- Istana menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memerangi penyalahgunaan narkoba, termasuk tren baru ketamine dan otomidate yang belum tercakup dalam aturan hukum.
- Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut pemerintah tengah mendorong langkah regulatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
- Ia juga mengajak media dan publik berperan aktif dalam edukasi, bahkan menyebut gaya hidup yang masih bersinggungan dengan narkoba sebagai “ndeso” dan kampungan.
Suara.com - Istana buka suara perihal keinginan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup celah hukum mengenai tren baru penyalahgunaan narkoba melalui peredaran ketamine dan otomidate.
Polri hingga kini belum bisa menindak pengguna ketamine dan otomidate lantaran dua zat adiktif tersebut belum diatur dalam Undang-Undang Narkotika.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto mengenai pemberantasan narkoba. Pemerintah menyadari ancaman serius di balik peredaran narkoba terhadap generasi bangsa.
"Oleh karena itulah Bapak Presiden menghendaki bagaimana kita bekerja keras bersama-sama dari sisi regulasi, bagaimana kita memastikan pemberantasan dan terus terang kita ingin perang dengan masalah narkoba ini, meskipun sekali lagi tidak mudah karena ini berkaitan dengan jaringan narkoba internasional," kata Pras di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Selain dari sisi regulasi, pemerintah juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba. Pemerintah ingin masyarakat turut berperan aktif mencegah peredaran narkoba baik di keluarga maupun di lingkungan tempat tinggal.
"Kita tapi juga di satu sisi kita ingin memperkuat kesadaran kita, seluruh masyarakat, dimulai dari keluarga, kemudian lingkungan, kemudian di lembaga-lembaga pendidikan, bagaimana terus memberikan edukasi betapa berbahayanya masalah ancaman narkoba ini," kata Pras.
"Ini fungsi dari teman-teman juga pers dan media, bagian dari bagaimana untuk kemudian kita memberikan edukasi, kesadaran kepada masyarakat kita untuk tidak perlu itu. Kalau pakai bahasa gaul, kalau yang masih bersinggungan dengan narkoba itu ndeso itu kampungan," tutur Pras.
Sebelumnya, Kapolri mengungkap tren baru penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang sangat mengkhawatirkan: peredaran ketamine dan etomidate. Kedua zat adiktif ini dieksploitasi karena belum diatur dalam undang-undang narkotika, sehingga para penggunanya tidak bisa dipidana.
Hal ini disampaikannya saat acara pemusnahan 214,84 ton narkoba di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Baca Juga: Gak Kapok Masuk Penjara Gegara Korupsi, Eks Kades Nekat Dagang Sabu karena Alasan Nganggur
"Kami laporkan bahwa hasil temuan di lapangan saat ini telah terjadi tren baru yang cukup mengkhawatirkan," ungkap Listyo.
Ia menjelaskan, ketamine kini mulai dikonsumsi dengan cara dihirup, sementara etomidate dicampur ke dalam cairan rokok elektrik (vape) ilegal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya