- Projo menetapkan lima resolusi dalam Kongres III, salah satunya mendukung dan memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Organisasi relawan Jokowi itu juga bertekad menyukseskan agenda politik Presiden Prabowo hingga 2029.
- Selain itu, Projo berkomitmen mendorong politik persatuan nasional dan membantu pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Suara.com - Relawan Pro-Jokowi atau Projo ingin menyukseskan agenda politik Presiden Prabowo Subianto pada 2029. Keinginan tersebut masuk dalam salah satu dari lima resolusi Projo di Kongres ke-III Projo.
Budi Arie Setiadi yang ditetapkan menjadi Ketum Projo periode 2025-2030, memaparkan kelima poin resolusi Projo.
"Kongres III Projo ini menghasilkan resolusi. Lima resolusi. Yang pertama, mendukung dan memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran," kata Budi usai kongres di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Budi mengatakan Projo turut mendukung agenda politik Prabowo pada 2029.
"Yang kedua, mendukung dan memperkuat agenda politik Presiden Prabowo dan mensukseskan Presiden Prabowo pada 2029," kata Budi.
Ketiga, Projo ingin melakukan transformasi organisasi dalam menjawab tantangan dan perubahan situasi nasional.
"Yang keempat, Projo mendorong politik persatuan nasional. Dan yang kelima, Projo membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Budi
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?