- Prediksi cuaca hari ini 4 November 2025, Indonesia berada di awal musim hujan yang ditandai peningkatan curah hujan di banyak wilayah.
- BMKG memprediksi potensi hujan intensitas menengah hingga tinggi, terutama di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
- Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem selama masa transisi.
Untuk bulan November 2025, secara umum prediksi menunjukkan adanya peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Ini sejalan dengan prediksi awal musim hujan yang telah dirilis sebelumnya.
Beberapa wilayah di Sumatera bagian tengah, sebagian besar Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi diprediksi akan menerima curah hujan dengan kategori menengah hingga tinggi. Curah hujan tinggi biasanya diartikan lebih dari 300 mm per bulan.
Potensi curah hujan di atas 150 mm diperkirakan memiliki probabilitas atau peluang yang tinggi untuk terjadi di banyak daerah. Hal ini menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan lebih sering terjadi.
Informasi ini sangat penting, terutama bagi sektor pertanian untuk merencanakan masa tanam. Selain itu, ini juga menjadi sinyal kewaspadaan bagi daerah-daerah yang rawan bencana hidrometeorologi.
Memahami Istilah dan Fenomena Cuaca
Untuk memahami informasi cuaca, ada baiknya kita mengenal beberapa istilah dasar. Curah hujan, misalnya, adalah jumlah air hujan yang terkumpul di permukaan datar dalam periode waktu tertentu.
Satuannya adalah milimeter (mm), di mana 1 mm hujan berarti setiap meter persegi permukaan tanah digenangi air setinggi 1 mm. Kategori hujan rendah, menengah, dan tinggi didasarkan pada akumulasi nilai ini.
Ada pula istilah cuaca ekstrem, yang merujuk pada kondisi cuaca yang menyimpang dari kondisi normalnya. Contohnya adalah hujan lebat berdurasi singkat yang dapat menyebabkan banjir bandang.
Fenomena global seperti El Niño dan La Niña juga sangat memengaruhi iklim di Indonesia. BMKG secara rutin memantau perkembangan kedua fenomena ini di Samudra Pasifik.
El Niño umumnya menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering dan panjang dari biasanya. Sebaliknya, La Niña sering kali dikaitkan dengan peningkatan curah hujan saat musim hujan.
Baca Juga: Ancaman Banjir di Depan Mata, Begini Kesiapan Pemprov DKI Hadapi Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026
Dengan memahami istilah dan fenomena ini, kita dapat lebih baik dalam menginterpretasikan informasi cuaca. Edukasi iklim menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang tangguh bencana.
Kondisi Cuaca di Berbagai Wilayah
Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan menyebabkan variasi cuaca yang sangat tinggi. Cuaca di satu pulau bisa sangat berbeda dengan pulau lainnya pada hari yang sama.
Di Pulau Sumatra, misalnya, bagian utara mungkin masih mengalami hujan ringan, sementara bagian tengah dan selatan sudah mulai menerima hujan dengan intensitas lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan massa udara dari Samudra Hindia.
Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara umumnya menunjukkan pola yang seragam, di mana November adalah awal dari peningkatan intensitas hujan. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai di daerah perkotaan yang padat.
Di Pulau Kalimantan, yang dilewati garis khatulistiwa, hujan bisa terjadi sepanjang tahun. Namun, intensitasnya juga meningkat signifikan seiring dengan aktifnya Monsun Asia.
Wilayah Sulawesi dan Maluku memiliki pola cuaca yang sedikit lebih kompleks karena bentuk geografisnya yang unik. Beberapa bagian mungkin mengalami puncak musim hujan sedikit lebih lambat dibandingkan wilayah barat Indonesia.
Berita Terkait
-
BMKG Prakirakan Hujan Lebat di Sumatera dan Kalimantan, Jawa Waspada Bencana
-
BMKG: Puncak Musim Hujan Dimulai November, Suhu Masih Panas hingga 37 Derajat Celsius
-
Hari Terakhir Modifikasi Cuaca, BMKG Klaim Curah Hujan Turun 43 Persen
-
Cuaca Jakarta Hari Ini Menurut BMKG: Waspada Hujan Sepanjang Hari Hingga Malam
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan