-
Gubernur Pramono Anung bantah RS menolak warga Baduy korban pembegalan di Cempaka Putih.
-
Kendala bahasa antara korban dan petugas rumah sakit menjadi pemicu kesalahpahaman adanya penolakan.
-
Polisi masih memburu empat pelaku pembegalan yang menyerang korban dengan sabetan senjata tajam.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah kabar bahwa salah satu rumah sakit di Jakarta telah menolak merawat seorang warga Baduy yang menjadi korban pembegalan. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut murni kesalahpahaman akibat kendala komunikasi.
"Jadi, untuk warga Baduy, tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil Kepala Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi ini," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Pramono menduga terjadi hambatan komunikasi antara korban dengan petugas rumah sakit karena perbedaan bahasa.
“Mohon maaf, memang ada hambatan komunikasi yang terjadi karena mungkin keterbatasan bahasa dari warga Baduy tersebut,” ujar Pramono.
Ia memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta wajib melayani siapa pun tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, Kepala Dinas Kesehatan bahkan telah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kondisi korban dan memastikan ia mendapat penanganan medis yang layak.
“Yang jelas, tidak ada sama sekali larangan bagi rumah sakit untuk melayani. Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.
Polisi Buru Empat Pelaku
Sementara itu, Polsek Cempaka Putih terus menyelidiki kasus pembegalan yang menimpa pemuda suku Baduy Dalam tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui pelaku berjumlah empat orang.
“Pelaku datang dari belakang, berjumlah empat orang,” kata Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Mulyadi, Selasa (4/11).
Baca Juga: Surati Adhi Karya, Pramono Minta Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar Dalam Sebulan
Menurut Mulyadi, keempat pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menghadang korban. Saat korban mencoba melawan, salah satu pelaku menyabetkan celurit hingga melukai tangannya.
“Kami sudah memeriksa korban dan terus menelusuri rekaman CCTV di sepanjang Jalan Pramuka untuk mengidentifikasi para pelaku,” ujar Mulyadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!