- Bandara di PT IMIP, Morowali beroperasi tanpa otoritas pemerintah, memicu kecaman serius dari DPR RI.
- Anggota Komisi I DPR RI soroti absennya aparat negara seperti Bea Cukai dan Imigrasi di fasilitas tersebut.
- Menteri Pertahanan mengonfirmasi kondisi ini, mendorong desakan penertiban hukum guna menjaga kedaulatan NKRI.
Suara.com - Polemik serius menyangkut kedaulatan negara mencuat dari kompleks industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah. Keberadaan sebuah bandara yang beroperasi secara mandiri tanpa keterlibatan otoritas resmi pemerintah memicu reaksi keras dari parlemen.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, secara tegas mengecam operasional bandara tersebut. Ia menilainya sebagai bentuk kelalaian fatal yang berpotensi mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, fasilitas sepenting bandara tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa pengawasan negara.
Oleh Soleh membeberkan sebuah fakta yang mengkhawatirkan, di mana tidak ada satu pun aparat pemerintah yang memiliki akses untuk melakukan pengawasan di area bandara tersebut.
Baik itu otoritas penerbangan sipil, petugas Bea Cukai, maupun aparat Imigrasi, semuanya disebut tidak dapat masuk ke dalam fasilitas vital itu.
Kondisi ini, menurutnya, adalah pelanggaran berat terhadap prinsip dasar pengelolaan wilayah udara dan perbatasan sebuah negara yang berdaulat.
“Tidak ada bandara yang boleh beroperasi tanpa melibatkan negara. Jika ada bandara yang berjalan sendiri tanpa pengawasan pemerintah, itu sama saja dengan ada negara dalam negara. Hal seperti itu tidak boleh terjadi,” ujar Oleh Soleh kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).
Kecurigaan dan desakan ini semakin menemukan momentumnya setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi langsung kondisi tersebut.
Saat melakukan peninjauan latihan TNI di Morowali, Menhan membenarkan bahwa bandara di kawasan industri itu memang beroperasi tanpa kehadiran perangkat negara seperti Bea Cukai dan Imigrasi.
Baca Juga: Heboh Bandara 'Ilegal' di Morowali, Benarkah Diresmikan Jokowi? Fakta Dua Bandara Terungkap
Menyikapi temuan serius ini, Oleh Soleh mendesak pemerintah untuk tidak tinggal diam. Ia meminta Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, beserta seluruh aparat pertahanan dan keamanan untuk segera turun tangan mengambil langkah hukum serta tindakan penertiban yang tegas.
“Ini harus diusut tuntas. Pemerintah tidak boleh ragu untuk menindak tegas siapa pun yang mengoperasikan fasilitas strategis tanpa otoritas negara. Kedaulatan adalah harga mati,” tegasnya.
Lebih jauh, politisi PKB itu menegaskan bahwa keberadaan bandara "pribadi" tanpa kontrol negara bukan hanya sekadar pelanggaran regulasi penerbangan.
Ini adalah sebuah celah besar yang dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai ancaman keamanan nasional.
Potensi penyelundupan barang ilegal, lalu lintas orang tanpa pengawasan, hingga aktivitas terlarang lainnya menjadi sangat terbuka lebar tanpa adanya pantauan dari pemerintah.
Menyikapi keseriusan masalah ini, Oleh Soleh menyatakan bahwa Komisi I DPR RI akan segera mengambil langkah konkret.
Berita Terkait
-
Heboh Bandara 'Ilegal' di Morowali, Benarkah Diresmikan Jokowi? Fakta Dua Bandara Terungkap
-
Milik Siapa PT IMIP? Heboh Bandara Morowali Disebut Ilegal, Jadi 'Negara dalam Negara'
-
Bandara 'Hantu' Morowali, Isu Negara dalam Negara dan Ancaman Kedaulatan Mengemuka
-
7 Kontroversi Bandara IMIP: Dugaan Tanpa Bea Cukai dan Imigrasi dan Sulitnya Akses
-
Daftar Maskapai Pindah ke Terminal 1B Bandara Soetta, Mulai Berlaku Pekan Ini
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik