Suara.com - Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) belakangan menjadi pusat perhatian publik dan arena perdebatan sengit di level elit negara.
Kontroversi ini muncul setelah adanya dugaan bahwa fasilitas udara yang beroperasi di kawasan industri tersebut berjalan tanpa pengawasan penuh dari otoritas negara, memicu kekhawatiran serius terhadap kedaulatan.
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, adalah yang terdepan dalam menyuarakan keganjilan ini, mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas.
Berikut adalah 7 Kontroversi Utama yang melingkupi operasional Bandara IMIP:
1. Dugaan Absennya Otoritas Bea Cukai dan Imigrasi
Ini adalah kontroversi utama. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin secara terbuka mengaku heran karena Bandara IMIP tidak memiliki kehadiran aparat Bea Cukai maupun Imigrasi.
Absennya pengawasan ini dikhawatirkan membuka celah bagi penyelundupan barang, mobilitas orang tanpa kendali, dan aktivitas ilegal lainnya.
2. Kelalaian Serius yang Mengancam Kedaulatan Negara
Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, menyebut bahwa ketiadaan aparat pemerintah (Otoritas Penerbangan, Bea Cukai, Imigrasi) yang dapat masuk dan melakukan pengawasan di area bandara merupakan kelalaian serius yang mengancam kedaulatan negara.
Baca Juga: Detik-Detik Ustad Jumali Ditikam Saat Imam Salat Subuh
Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai "negara di dalam negara" yang tidak boleh dibiarkan.
3. Sulitnya Akses Pengawasan oleh Aparatur Negara
Bandara IMIP diduga sulit diakses dan tidak sembarangan orang bisa masuk, memicu pertanyaan mengenai transparansi operasional. Pertanyaan ini menjadi dasar bagi desakan pengusutan tuntas oleh aparat penegak hukum.
4. Dituduh Tanpa Pengawasan Negara
Durasi operasional yang cukup lama tanpa terpantau ketat oleh aparatur negara secara konsisten menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan rutin selama bertahun-tahun.
Namun demikian, operasional dan pengaturan bandara khusus tersebut juga tertuang dalam Undang-undang No 1/2009 tentang Penerbangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026