- PB Formula meminta Presiden menarik Indonesia dari Board of Peace karena dianggap blunder diplomatik fatal.
- Keikutsertaan ini dinilai melanggar politik bebas aktif, melemahkan dukungan terhadap Palestina oleh Indonesia.
- Risiko lain mencakup potensi dimanfaatkan Israel dan adanya kewajiban setoran dana besar bagi Indonesia.
Suara.com - Pengurus Besar Forum Ulama dan Aktivis Islam (PB Formula) memandang keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dinilai sebagai kesalahan fatal (blunder) diplomatik. Mereka meminta RI keluar dari BoP.
Hal tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis PB Formula, yang disampaikan Ketua Umum Dedi Hermanto dan Sekretaris Jenderal Nandang Sektiyo.
PB Formula mengatakan ada risiko utamanya meliputi pelanggaran prinsip politik bebas aktif, melemahkan dukungan terhadap Palestina, potensi dimanfaatkan Israel, serta setoran dana yang dianggap memberatkan .
Dedi menyampaikan lima poin yang menjadi kesalahan dan risiko dari keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pertama, bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
"Bergabung dengan inisiatif AS-Israel dianggap mereduksi prinsip netralitas dan tidak sejalan dengan amanat konstitusi untuk menghapus penjajahan," kata Dedi, Selasa (10/3/2026).
Kedua, mencederai kredibilitas Palestina. Dedi mengatakan posisi Indonesia sebagai pembela Palestina melemah karena bergabung dengan forum yang didominasi pendukung Israel.
"Risiko dimanfaatkan Israel," kata Dedi.
Ketiga, ada kekhawatiran BoP dijadikan alat oleh Israel untuk memperdaya Indonesia.
Baca Juga: Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace
Keempat, beban Finansial/TNI. Dedi mengatakan Indonesia dihadapkan pada kontroversi setoran dana yang besar (disebut mencapai Rp17 triliun) atau pengiriman pasukan yang riskan di tengah situasi konflik.
Kelima, keikutsertaan di BoP membuat kehilangan legitimasi.
"BoP dianggap mengesampingkan peran PBB dan berfokus pada kepentingan satu figur/blok, bukan perdamaian murni," kata Dedi.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, PB Formula mengimbau, mengingatkan, serta menegaskan agar Presiden Prabowo Subianto untuk segera menarik keluar Indonesia dari keanggotan di BoP.
"Dikarenakan telah mencederai dari Politik Indonesia yang bebas Aktif (Non Blok), keadilan sosial, dan mayoritas umat Islam Indonesia," kata Dedi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!
-
J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut