- Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyatakan Kanada tidak dilibatkan dalam operasi militer ofensif AS dan Israel terhadap Iran.
- Kanada belum menerima permintaan resmi dari Presiden AS terkait keikutsertaan dalam operasi militer menjaga Selat Hormuz.
- Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, memicu balasan serangan Iran terhadap target AS dan Israel.
Suara.com - Pemerintah Kanada menegaskan tidak akan ikut serta dalam operasi militer bersama Amerika Serikat dan Israel dalam konflik melawan Iran.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyatakan bahwa negaranya tidak dilibatkan dalam keputusan operasi tersebut.
"Kanada tidak dikonsultasikan, Kanada tidak ikut serta dalam operasi militer, dan Kanada tidak berniat terlibat dalam operasi militer ofensif," kata dia dalam konferensi pers virtual dari Turki, Selasa (17/3/2026) dilansir dari Sputnik.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah Kanada belum menerima informasi terkait permintaan dari Presiden AS, Donald Trump, kepada negara-negara anggota NATO untuk turut serta dalam operasi terhadap Iran, termasuk dalam upaya menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"Sepengetahuan kami, belum ada permintaan yang diajukan ke NATO untuk bantuan tersebut. Sebagai anggota pendiri, Kanada tetap berkomitmen pada pertahanan kolektif dan pencegahan," kata Anand.
Lebih lanjut, ia menyebut hingga kini belum ada diskusi di antara negara-negara sekutu NATO terkait mekanisme yang dapat memicu respons bersama aliansi tersebut.
Saat ditanya mengenai komunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, terkait upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, Anand mengaku belum melakukan pembicaraan sejak dimulainya operasi militer AS terhadap Iran.
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan dukungan terhadap langkah militer AS dan Israel terhadap Iran, meski disertai penyesalan. Ia juga tidak menutup kemungkinan keterlibatan Kanada dalam konflik tersebut.
Sebagai latar belakang, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan target militer AS di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min
(Antara)
Berita Terkait
-
Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min
-
Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Info A1: Perang Lawan Iran karena Kebodohan Trump Ditipu Lobi Israel dan Tokoh Media AS
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu