- Penyintas banjir di Padang mulai terserang penyakit ISPA dan penyakit kulit.
- Penyakit dipicu kondisi tidak higienis dan risiko penularan yang tinggi.
- Tim medis fokus pada pencegahan, pasokan obat-obatan dipastikan masih aman.
Suara.com - Para penyintas bencana banjir bandang di kawasan Batu Busuak, Padang, Sumatra Barat, kini mulai menghadapi ancaman penyakit pascabencana.
Dokter dari Puskesmas Pauh, Lusiana Yanti, mengungkapkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak menyerang warga.
"Khusus di Batu Busuak, penyakit yang paling banyak terjadi pada penyintas banjir yaitu ISPA," kata Dokter Lusiana Yanti di Padang, Selasa (16/12/2025).
Gejala yang umum ditemukan pada para pengungsi adalah pilek, flu, dan batuk. Kondisi ini mulai merebak pasca-banjir bandang yang menghantam pemukiman warga pada 24 November 2025 lalu.
Berdasarkan observasi tim medis, penularan ISPA dipercepat karena banyak penyintas yang tidak menggunakan masker dan kurang menjaga kebersihan di tengah kondisi darurat.
"Kemarin ada pasien di lokasi pengungsian yang batuk dan pilek, tetapi tidak menggunakan masker. Kondisi ini gampang sekali menular kepada pengungsi lain," ujarnya.
Ancaman Diare dan Penyakit Kulit
Selain ISPA, tim medis juga menemukan banyak penyintas yang mulai mengalami penyakit kulit, seperti jamur. Hal ini diperparah oleh kondisi lingkungan yang masih basah dan lembap.
Pihak dinas kesehatan juga mengantisipasi potensi merebaknya diare di lokasi pengungsian. Penyakit yang mudah menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi ini sering menjadi masalah serius pascabencana.
Baca Juga: Bantuan Logistik Kementan-Bapanas Tiba di Belawan, Bobby Nasution: Penyemangat Pascabencana di Sumut
"Oleh karena itu, kami mendorong masyarakat di lokasi pengungsian untuk sebisa mungkin menjaga kebersihan di tengah keterbatasan yang ada," imbau Lusiana.
Meskipun berbagai ancaman penyakit muncul, Lusiana memastikan bahwa pasokan obat-obatan dan peralatan medis di Posko Bencana Batu Busuak saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan para pengungsi.
"Sekarang kami masih fokus pada upaya pencegahan agar penularannya tidak semakin meluas dan mengobati bagi penyintas yang sakit," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto
-
Atasi Dampak Kekeringan, BBWS Serayu Opak Pasok Air Bersih ke Sejumlah Titik Rawan di Jateng dan DIY
-
Max Havelaar! Novel Legendaris Pelajaran SMA yang Mengguncang Belanda
-
Gubernur Khofifah Beri Kado Kemerdekaan HUT ke-81 RI: Bebaskan Pajak Daerah, Ringankan Beban Warga
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
-
5 Low pH Cleanser Lokal yang Aman untuk Kulit Sensitif, Cuma Rp30 Ribuan!
-
Cushion Skintific Paling Bagus yang Mana? Ini Perbedaan Kemasan Biru, Pink, Hijau, dan Gold
-
Menemukan Ruang Sunyi dalam Selamat Menunaikan Puisi Karya Joko Pinurbo
-
Air Mawar Viva Bisa Mencerahkan Wajah? Cek Klaimnya dan Review Pengguna
-
Alarm Buat KPK! Eks Penyidik Desak Perketat Pengawasan Usai Pegawai Bocorkan Kasus