- Suhu udara Jakarta mencapai 35,6 derajat Celsius di Halim Perdana Kusuma pada 14 hingga 15 Maret 2026.
- Pemerintah DKI mengimbau warga waspada gangguan kesehatan, fokus pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
- Masyarakat disarankan menjaga hidrasi, membatasi aktivitas luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Suara.com - Suhu udara di wilayah Jakarta dilaporkan mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai angka 35,6 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik panas tertinggi tersebut terpantau di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim pun mengonfirmasi bahwa fenomena suhu maksimum harian sempat terjadi pada periode 14 hingga 15 Maret 2026.
Mewakili pemerintah daerah, Chico mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan yang mungkin timbul.
“Agar terhindar dari risiko kesehatan seperti dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Chico menjelaskan bahwa Pemprov menaruh perhatian khusus pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta para pekerja luar ruangan.
Ia juga menyarankan agar masyarakat memenuhi asupan cairan dengan meminum air putih minimal delapan hingga sepuluh gelas setiap harinya.
“Lebih banyak lagi saat beraktivitas di luar atau merasa haus berlebih. Hindari minuman berkafein dan beralkohol yang dapat mempercepat dehidrasi,” lanjut Chico.
Selain itu, warga diminta untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam puncak panas, yakni antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Pemudik: Lebaran 2026 Berpotensi Hujan Lebat di Jawa dan Sulawesi
“Jika harus beraktivitas, gunakan pelindung seperti topi, payung, pakaian berwarna terang dan longgar, kacamata hitam, serta tabir surya SPF minimal 30,” papar Chico.
Aparat kewilayahan mulai dari Wali Kota, Camat, hingga Lurah telah diinstruksikan untuk memasifkan sosialisasi mitigasi cuaca panas melalui pengurus RT dan RW.
Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala mual, pusing berat, maupun lemas ekstrem.
Sinergi antara Pemprov DKI dan BMKG akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan cuaca harian guna menentukan langkah antisipasi selanjutnya secara presisi.
“Kami mengajak seluruh warga Jakarta untuk saling mengingatkan dan menjaga kesehatan bersama,” pungkas Chico.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
Terkini
-
Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?
-
AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg
-
Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?
-
Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Todung Mulya Lubis: Dalang Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Dibongkar Demi Keadilan
-
Sinyal Bahaya? Legislator Golkar Soroti Tekanan Struktural di Balik Melebarnya Defisit APBN 2025
-
Update Posisi Hilal Jelang Idul Fitri di Negara-negara Timur Tengah, Kapan Lebaran 2026?