- Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow pada tol utama untuk mengantisipasi kepadatan libur Nataru 2025.
- Fokus utama rekayasa lalu lintas adalah Tol Jakarta–Cikampek dan Tol Jagorawi yang diprediksi ramai pemudik.
- Jadwal spesifik penerapan contraflow di kedua ruas tol tersebut telah diumumkan secara rinci untuk periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
Suara.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di sejumlah ruas tol utama menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kebijakan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi @korlantaspolri.ntmc. Fokus contraflow diarahkan ke jalur-jalur favorit pemudik dan wisatawan, khususnya Tol Jakarta–Cikampek dan Tol Jagorawi, yang diprediksi mengalami kepadatan signifikan sejak akhir pekan hingga awal Januari.
Agar perjalanan tetap lancar dan terhindar dari kemacetan panjang, berikut jadwal lengkap penerapan contraflow yang perlu dicermati pengguna jalan:
Tol Jakarta–Cikampek KM 47–70 arah Cikampek
- Jumat, 19 Desember 2025: pukul 16.00–24.00 WIB
- Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2025: pukul 06.00–14.00 WIB
- Selasa–Rabu, 23–24 Desember 2025: pukul 16.00–24.00 WIB
- Kamis–Minggu, 25–28 Desember 2025: pukul 08.00–14.00 WIB
Tol Jakarta–Cikampek KM 70–47 arah Jakarta
- Minggu, 21 Desember 2025: pukul 18.00–24.00 WIB
- Jumat–Minggu, 26–28 Desember 2025: pukul 18.00–24.00 WIB
- Senin, 29 Desember 2025: pukul 24.00–08.00 WIB
- Kamis–Minggu, 1–4 Januari 2026: pukul 18.00–24.00 WIB
Tol Jagorawi KM 21–8 arah Jakarta
- Minggu, 21 Desember 2025: pukul 14.00–19.00 WIB
- Selasa–Minggu, 23–28 Desember 2025: pukul 14.00–19.00 WIB
- Jumat–Minggu, 2–4 Januari 2026: pukul 14.00–19.00 WIB
Korlantas Polri mengimbau pengendara untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan, serta rutin memantau informasi terkini sebelum berangkat. Pengaturan waktu perjalanan dinilai menjadi kunci agar mobilitas selama libur Nataru tetap aman, lancar, dan terkendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan