- Penanganan korban bencana fokus pada pemulihan trauma dan kebutuhan spesifik.
- Distribusi bantuan ke lokasi bencana di Aceh masih terkendala akses sulit.
- Hampir sebulan pascabencana, kebutuhan paling mendesak warga adalah air bersih.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyatakan bahwa penanganan awal bagi perempuan dan anak terdampak bencana di Sumatra difokuskan pada dua hal utama: pemulihan psikologis dan pemenuhan kebutuhan dasar yang spesifik.
Arifah menjelaskan, pendekatan psikososial menjadi sangat krusial karena banyak korban, terutama para ibu, yang masih dalam kondisi syok.
“Yang kami lakukan pertama kali adalah trauma healing. Waktu kami datang, masih banyak ibu-ibu yang tidak percaya bahwa rumahnya sudah tidak ada,” kata Arifah kepada media di Jakarta, Minggu (21/12/2025).
Selain itu, pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak juga menjadi prioritas. Mengingat banyak korban yang mengungsi hanya dengan pakaian di badan, bantuan yang disalurkan meliputi susu, popok (pampers), dan pakaian dalam.
Kendala Distribusi dan Kebutuhan Mendesak
Meskipun penanganan terus berjalan, Arifah mengakui adanya kendala dalam distribusi bantuan, terutama di sejumlah daerah di Aceh. Akses menuju lokasi bencana masih sangat sulit dan memakan waktu tempuh yang panjang.
“Cerita dari tim distribusi, berangkat dari Banda Aceh jam 3 sore, baru sampai jam 10 pagi keesokan harinya. Kondisinya memang masih seperti itu,” ujar Arifah.
Hampir sebulan pascabencana, ia menyebutkan bahwa kebutuhan paling mendesak yang masih sangat diperlukan oleh para korban adalah ketersediaan air bersih.
KemenPPPA memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat perlindungan dan pemulihan bagi perempuan dan anak yang terdampak bencana.
Baca Juga: Warga Bener Meriah di Aceh Alami Trauma Hujan Pascabanjir Bandang
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL