- Ustaz Jazir mewariskan gagasan agar masjid mandiri melalui wakaf produktif untuk fungsi sosial.
- Wakaf produktif diharapkan mampu membiayai operasional serta pensiun bagi pengabdi masjid.
- Ia memandang masjid sebagai pusat karakter, penguatan sosial, dan perjuangan kemanusiaan umat.
Suara.com - Kepergian Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir ASP, tak hanya menyisakan duka. Lebih dari itu, ada warisan gagasan tentang peran masjid di tengah masyarakat.
Hal ini diungkap oleh Putra bungsu Ustaz Jazir, Haidar Muhammad Tilmitsani. Ia menyebut ayahnya memiliki sejumlah cita-cita yang masih akan terus diperjuangkan.
Salah satunya adalah mendorong masjid agar tidak hanya bergantung pada infaq untuk pembangunan fisik. Namun mampu mandiri melalui pengelolaan ekonomi yang berkelanjutan.
Haidar mengatakan, Ustaz Jazir memimpikan setiap masjid memiliki wakaf produktif yang dikelola secara profesional.
"Kita masih proses ya, beliau ingin, kalau bisa semua masjid ya punya wakaf produktif," kaya Haidar, dikutip, Selasa (23/12/2025).
Melalui konsep tersebut, masjid diharapkan bisa lebih leluasa menjalankan fungsi sosialnya tanpa terbebani kebutuhan operasional sehari-hari.
"Sehingga infaq masjid itu tidak habis untuk bangunan tetapi digunakan untuk masyarakat," ucapnya.
Kemudian wakaf produktif yang ada seperti badan usaha masjid itu bisa pula digunakan untuk memberi rezeki kepada para pengabdi masjid.
"Sementara wakaf produktifnya, badan usaha milik masjidnya itu bisa untuk operasional masjid dan juga untuk memberi pensiun bagi para pengabdi di masjid," ungkapnya.
Baca Juga: Ketum PP Muhammadiyah Kenang Ustaz Jazir Jogokariyan, Teladan Penggerak Masjid dan Dakwah Umat
Menurut Haidar, gagasan itu lahir dari kepedulian Ustaz Jazir terhadap para pengabdi masjid yang selama ini bekerja dengan keikhlasan. Ia melihat, tidak sedikit ustaz dan pengurus masjid yang mengabdikan hidupnya tanpa jaminan kesejahteraan di masa tua.
"Kalau PNS punya pensiun, kalau orang yang mengabdi, ustaz itu kan enggak punya pensiun. Nah itu cita-cita beliau, membangunkan yang bisa membiayai itu," ujarnya.
Lebih jauh, Haidar menegaskan bahwa bagi Ustaz Jazir, masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual. Masjid dipandang sebagai pusat pembentukan karakter, penguatan nilai sosial, dan perjuangan kemanusiaan.
Ia mengenang, bahkan di masa-masa akhir hidupnya ketika kondisi kesehatan menurun, perhatian Ustaz Jazir masih tertuju pada urusan umat dan kepedulian sosial.
"Kan di akhir banyak enggak sadarnya ya tapi pas beliau mengigau atau ngomong sendiri itu isinya tetap tentang amal soleh, perjuangan. Kemarin masih ngomongin sempet mau bagi-bagi bantuan buat Sumatera," ucapnya.
Bagi keluarga dan jamaah Masjid Jogokariyan, nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang harus dijaga. Haidar menilai, gagasan tentang masjid yang mandiri dan berdaya merupakan pesan penting yang ingin terus ditanamkan Ustaz Jazir kepada generasi penerus.
Berita Terkait
-
Ketum PP Muhammadiyah Kenang Ustaz Jazir Jogokariyan, Teladan Penggerak Masjid dan Dakwah Umat
-
Serangan Digital atau Pelanggaran? Misteri Hilangnya Akun YouTube dan Instagram Masjid Jogokariyan
-
Kanal YouTube Masjid Jogokariyan Diblokir, Karena Kritik Pemerintah atau Bicarakan Palestina?
-
Bagi-Bagi Daging Saja Bisa Online, Kunto Aji Sindir LMKN Kalah Sama Panitia Kurban
-
Di Balik Makan Berbuka Gratis ala Jogokariyan, dari Masjid untuk Umat
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci