- KPK memfasilitasi ibadah Natal bagi 12 tahanan Nasrani di Rutan Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.
- Ibadah Natal tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada Kamis, 25 Desember 2025, pukul 14.00 WIB.
- KPK juga memberikan izin kunjungan khusus bagi keluarga tahanan sebelum pelaksanaan ibadah Natal.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan memfasilitasi pelaksanaan ibadah Natal bagi para tahanan yang beragama Nasrani di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK, Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.
“Ibadah Natal akan dilaksanakan di area tatap muka Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih. Pada hari Kamis, 25 Desember 2025 pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Berdasarkan data yang dimilikinya, Budi menyebut ada 12 orang tahanan KPK yang akan mengikuti ibadah Natal tahun 2025. Meski begitu, Budi tak mengungkapkan identitas 12 tahanan tersebut.
Selain itu, KPK juga memberikan kesempatan khusus bagi keluarga dan kerabat tahanan untuk melakukan kunjungan tahanan ke Rutan KPK.
“Sebelumnya, KPK juga memberikan kesempatan bagi para keluarga dan kerabat tahanan untuk dapat berkunjung ke Rutan KPK pada pukul 10.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB,” ujar Budi.
Budi menegaskan bahwa seluruh kegiatan ibadah maupun kunjungan keluarga dilaksanakan dengan tata tertib dan ketentuan pengelolaan Rutan KPK.
Menurut Budi, fasilitasi ibadah dan kunjungan khusus ini menunjukkan penghormatan KPK terhadap hak-hak dasar setiap insan beragama, termasuk bagi tahanan yang sedang menjalani proses hukum.
Dia menegaskan fasilitas ibadah dan kunjungan khusus selaras dengan asas pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 mengenai kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Baca Juga: Bupati Bekasi di Tengah Pusaran Kasus Suap, Mengapa Harta Kekayaannya Janggal?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK