- Banjir dan longsor di Tapanuli Tengah melumpuhkan kehidupan anak-anak, memutus rutinitas belajar dan rasa aman mereka.
- Ribuan anak terpaksa hidup di pengungsian dengan keterbatasan akses air bersih, makanan bergizi, dan dukungan psikososial.
- Upaya pemulihan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar serta pendampingan agar anak dapat bangkit dari trauma pascabencana.
Suara.com - Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada akhir November lalu tak hanya menghancurkan rumah dan infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan kehidupan anak-anak. Rutinitas belajar terhenti, rasa aman hilang, dan ribuan anak terpaksa menjalani hari-hari di pengungsian dengan keterbatasan akses kebutuhan dasar.
Selama hampir tiga pekan terakhir, tim respons bencana Wahana Visi Indonesia (WVI) berada di Tapanuli Tengah untuk mendampingi anak-anak dan masyarakat terdampak. Dan melihat dampak bencana yang masih dirasakan di lapangan, WVI memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat hingga Juni 2026 dan merencanakan perluasan respons ke wilayah Aceh.
“Setelah hampir tiga minggu respons tanggap bencana kami lakukan, kami menyaksikan langsung bagaimana bencana ini melumpuhkan kehidupan anak dan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Technical Sectors Director WVI, Yacobus Runtuwene.
Ia menambahkan, mayoritas warga masih tinggal di pengungsian yang jauh dari kondisi layak, sementara akses transportasi dan logistik yang terbatas menyulitkan pemulihan aktivitas sehari-hari serta distribusi bantuan.
Komitmen WVI terhadap pemulihan anak-anak ditunjukkan dengan pengaktifan Ruang Ramah Anak yang memberikan dukungan psikososial kepada 1.404 anak selama masa tanggap bencana. Melalui aktivitas bermain, belajar, dan pendampingan, anak-anak didorong untuk memulihkan semangat dan rasa aman mereka.
Selain itu, 687 balita telah menerima layanan kesehatan guna menekan risiko kekurangan gizi, serta pendampingan bagi para ibu agar tetap dapat memberikan Air Susu Ibu (ASI).
Di salah satu posko pengungsian, seorang bayi yang baru lahir mengalami kesulitan menyusu. Dengan pendampingan staf spesialis kesehatan WVI, kedua orang tuanya diarahkan untuk memerah ASI dan memberikan ASI perah menggunakan sendok.
“Saya tidak pernah terpikir sebelumnya kalau bisa perah dan kasih ASI pakai sendok. Berarti bayi saya tidak perlu susu formula,” ujar sang ibu.
Dampak bencana juga dirasakan Nia, salah satu anak penyintas. Rumahnya rusak akibat banjir dan longsor, memaksa keluarganya mengungsi.
Baca Juga: Pemprov DKI Kirim Mobil Tangki Air untuk Warga Terdampak Banjir Sumatra
“Rumahku tidak bisa ditempati lagi. Dua hari kami menginap di gereja, lalu pindah ke pengungsian,” kata Nia.
Meski begitu, ia bersyukur bisa kembali beraktivitas bersama teman-teman.
“Di sini banyak bantuan, makanannya cukup, tempatnya bersih, dan bisa ikut kegiatan dari kakak-kakak. Harapanku semoga semuanya baik-baik saja dan aku bisa kembali ke rumah.”
Kisah-kisah tersebut menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga memutus masa kanak-kanak. Di tengah upaya pemulihan, perlindungan dan pendampingan anak menjadi kunci agar mereka dapat kembali tumbuh dengan rasa aman dan harapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026
-
Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi
-
Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena
-
Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor
-
Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh