- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta mengkritik rencana IPO Bank Jakarta karena sistem keamanan siber yang diragukan pasca-gangguan masif Lebaran 2025.
- Gangguan layanan masif pada Maret-April 2025 meliputi aplikasi digital, QRIS, ATM, serta BI-Fast, dan adanya temuan peretasan PPATK.
- Francine menuntut transparansi audit OJK dan BPK mengenai keamanan siber sebelum bank tersebut melakukan penawaran umum perdana saham.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, melontarkan kritik tajam terhadap rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) Bank Jakarta pada awal 2027 mendatang.
Kecaman mencuat lantaran ketahanan serta keamanan siber bank pelat merah itu dinilai masih meragukan seusai gangguan layanan perbankan secara masif pada periode Lebaran 2025.
Francine mempertanyakan transparansi hasil audit dari lembaga otoritas terkait mengenai kondisi riil sistem keamanan teknologi informasi milik Bank Jakarta saat ini.
“Bagaimana hasil audit OJK dan BPK, khususnya terkait ketahanan dan keamanan siber Bank Jakarta? Sampai saat ini kami belum menerima hasil auditnya dari Bank Jakarta,” tutur Francine dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan catatan kronologis, sejak malam takbiran Idul Fitri pada 30 Maret 2025, nasabah bank yang dahulu bernama Bank DKI ini mengalami kelumpuhan transaksi total, mulai dari aplikasi digital JakOne, QRIS, hingga penarikan tunai di mesin ATM.
Ironisnya, pemulihan layanan ATM Bank Jakarta baru bisa dirasakan masyarakat pada 7 April 2025, yang mengakibatkan terganggunya mobilitas finansial warga saat momen mudik.
“Mudik Lebaran selalu diwarnai banyak transaksi keuangan. Saat itu, banyak aduan masyarakat ke Fraksi PSI yang diwarnai kebingungan dan kekecewaan mendalam. Banyak pemudik yang tidak memegang uang tunai dalam jumlah besar karena percaya pada aksesibilitas dananya di rekening Bank Jakarta,” ungkap Francine.
Legislator dari partai berlambang gajah ini juga menyentil respons manajemen bank yang dianggap sangat lamban dalam memberikan penjelasan resmi kepada publik.
“Bank Jakarta baru mengeluarkan keterangan resmi pada 8 April 2025, dengan dalih gangguan layanan. Kalau sekadar gangguan layanan, mengapa pemulihannya membutuhkan waktu berbulan-bulan?” tanya Francine secara retoris.
Baca Juga: Bidik Dana Minimal Rp3 Miliar, Bank Jakarta Berencana IPO Tahun 2027
Belum lagi, layanan BI-Fast Bank Jakarta yang dilaporkan tidak berfungsi sejak 30 Maret 2025 baru kembali normal pada 10 Desember 2025.
Masalah keamanan diperparah dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengendus adanya peretasan sistem pembayaran dengan transaksi anomali mencapai Rp200 miliar pada Maret 2025.
Hingga saat ini, kendala teknis yang tergolong unik masih kerap ditemui nasabah, di antaranya kegagalan transfer masuk apabila kolom pesan diisi oleh pihak pengirim.
“Sampai hari ini, transfer online dari bank lain ke Bank Jakarta selalu gagal apabila kolom pesan diisi. Menurut Bank Jakarta, kolom pesan harus dikosongkan supaya transaksi berhasil. Padahal kolom pesan ini penting untuk menghindari kebingungan pengirim maupun penerima dengan merinci jenis transaksi,” kata Francine.
Langkah menuju lantai bursa, kata Francine, jangan sampai menjadi sekadar seremoni simbolik tanpa adanya perbaikan fundamental pada sistem manajemen risiko dan tata kelola perusahaan.
Ia menekankan bahwa Bank Jakarta memikul tanggung jawab besar sebagai pengelola dana masyarakat sekaligus penerima Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan senilai Rp1 triliun.
Berita Terkait
-
Bidik Dana Minimal Rp3 Miliar, Bank Jakarta Berencana IPO Tahun 2027
-
Perusahaan Raksasa Diisukan IPO Saham Sebentar Lagi, Ini Profilnya
-
Kartu Debit Bisa Dipakai di 200 Negara, Bank Jakarta Bidik Layanan Transaksi Kelas Global
-
Debit Visa Bank Jakarta Didorong Jadi Motor Transaksi Global UMKM dan Ekonomi Kreatif di DKI
-
Kartu Debit Visa Bank Jakarta Meluncur, Akses Transaksi Global Dongkrak Kepercayaan Nasabah
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Legislator DPR Bela Pandji: Kritik Komedi Itu Wajar, Tak Perlu Sedikit-sedikit Lapor Polisi
-
Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang
-
Giliran PBNU Tegaskan Pelapor Pandji Pragiwaksono Bukan Organ Resmi: Siapa Mereka?
-
Polemik Batasan Bias Antara Penyampaian Kritik dan Penghinaan Presiden dalam KUHP Baru
-
Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?
-
Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat
-
PP Muhammadiyah Tegaskan Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Organisasi
-
Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker
-
Tangis Staf Keuangan Pecah di Sidang MK: Melawan 'Pasal Jebakan' Atasan dalam KUHP Baru