- Megawati Soekarnoputri menyampaikan penolakan intervensi militer AS di Venezuela pada HUT PDIP ke-53 di Jakarta Utara.
- Ketua Umum PDIP menyoroti penculikan Presiden Maduro sebagai pelanggaran hukum internasional dan bentuk neokolonialisme.
- PDIP menyerukan penyelesaian konflik global melalui dialog dan diplomasi, menolak penyelesaian berbasis kekuatan militer sepihak.
Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan pernyataan politik yang tajam dalam peringatan HUT PDI Perjuangan ke-53 sekaligus pembukaan Rakernas I Tahun 2026.
Dalam pidatonya, Megawati menyoroti situasi geopolitik global, khususnya intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela yang dinilainya sebagai ancaman bagi kedaulatan negara.
Berbicara di hadapan ribuan kader yang memadati Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026), Megawati menegaskan posisi partai berlambang banteng moncong putih tersebut dalam menolak segala bentuk neokolonialisme.
Megawati secara khusus memberikan perhatian pada operasi militer yang menyasar pemimpin nasional Venezuela, yang menurutnya telah melanggar norma hukum internasional secara fatal.
“Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional,” kata Megawati.
Presiden ke-5 Republik Indonesia ini berpendapat bahwa agresi sepihak tersebut telah mencederai semangat perdamaian dunia yang tertuang dalam Piagam PBB.
Megawati juga mengaitkan sikap ini dengan napas sejarah Indonesia yang konsisten melawan penjajahan sejak Konferensi Asia Afrika 1955.
“Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa. Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Megawati mengingatkan bahwa kekuatan militer dan kekerasan bukanlah instrumen yang tepat dalam membangun demokrasi maupun peradaban manusia.
Baca Juga: Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
PDI Perjuangan secara resmi mendorong agar setiap konflik internasional diselesaikan melalui jalur-jalur yang bermartabat.
“Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan posisi resmi partai terkait solusi konflik global.
“PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Megawati menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus menjaga marwah politik sebagai alat pengabdian, tidak hanya dalam konteks nasional, tetapi juga dalam membangun solidaritas internasional untuk melawan segala bentuk imperialisme di muka bumi.
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra
-
PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat
-
Undang Rocky Gerung, PDIP Bahas Isu yang Jadi Sorotan Masyarakat di Rakernas
-
Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
-
Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI