- KPK memanggil tujuh saksi termasuk direktur perusahaan swasta terkait kasus dugaan suap Bupati Bekasi nonaktif ADK.
- Pemeriksaan ini merupakan pengembangan OTT pada 18 Desember 2025 yang menetapkan tiga tersangka utama.
- Fokus pemeriksaan adalah mendalami aliran dana suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengencangkan jerat dalam penyidikan kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK). Tak tanggung-tanggung, lembaga antirasuah memanggil tujuh orang saksi sekaligus, termasuk lima direktur perusahaan swasta dan seorang pejabat eselon kecamatan.
Pemeriksaan intensif ini digelar untuk membongkar lebih dalam dugaan aliran dana haram terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Para saksi ini dijadwalkan memberikan keterangan di hadapan penyidik di markas besar KPK.
“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama ROH selaku Sekretaris Camat Kedung Waringin, AP selaku Direktur CV Mancur Berdikari, MAR selaku Direktur CV Lor Jaya, NAD selaku Direktur CV Singkil Berkah Anugerah, RUD selaku Direktur PT Tirta Jaya Mandiri, serta HD selaku Direktur CV Barok Konstruksi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (14/1/2026).
Pemanggilan serentak para petinggi perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan pengadaan ini mengindikasikan kuat bahwa KPK tengah menelusuri alur dan modus operandi suap yang diduga melibatkan banyak pihak dalam lingkaran proyek pemerintah daerah.
Selain para direktur dan pejabat kecamatan tersebut, Budi Prasetyo menambahkan bahwa penyidik juga memanggil seorang saksi lain dari kalangan wiraswasta.
"Selain itu, Budi mengatakan KPK memanggil seorang wiraswasta berinisial NSY sebagai saksi kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat."
Langkah penyidikan ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menggemparkan publik pada akhir tahun 2025.
Dalam operasi senyap yang menjadi OTT kesepuluh KPK sepanjang tahun itu, tim penindakan berhasil menangkap total sepuluh orang di wilayah Kabupaten Bekasi pada 18 Desember 2025.
Sehari setelahnya, pada 19 Desember 2025, KPK membawa delapan orang dari hasil tangkapan tersebut ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan maraton.
Baca Juga: Semua Gerak-gerik Ayah Bupati Bekasi Dikuliti KPK Lewat Sopir Pribadi
Di antara delapan orang itu, terdapat dua sosok sentral, yakni Bupati Ade Kuswara Kunang dan ayahnya sendiri, HM Kunang, yang menambah pelik kasus ini.
Dalam rangkaian operasi tersebut, KPK juga berhasil mengamankan barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat merupakan bagian dari transaksi suap terkait proyek-proyek di Bekasi.
Puncak dari proses awal ini terjadi pada 20 Desember 2025, ketika KPK secara resmi mengumumkan penetapan tiga orang tersangka. Mereka adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK), ayahnya yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, HM Kunang (HMK), serta seorang pihak swasta bernama Sarjan (SRJ).
KPK merinci peran ketiganya dalam konstruksi perkara. Ade Kuswara dan ayahnya, HM Kunang, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai penerima suap.
Sementara itu, Sarjan dari pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pemanggilan para saksi baru ini diharapkan dapat membuka tabir lebih luas mengenai siapa saja yang terlibat dalam lingkaran setan korupsi proyek di Kabupaten Bekasi.
Berita Terkait
-
Semua Gerak-gerik Ayah Bupati Bekasi Dikuliti KPK Lewat Sopir Pribadi
-
Menakar Erosi Kepercayaan Umat Akibat Skandal Korupsi Haji Menteri Agama
-
KPK Duga Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Terima Uang Rp600 Juta dari Kasus Suap Ijon Proyek
-
Geledah Kantor PT Wanatiara Persada dalam Kasus Pajak, KPK Amankan Dokumen Kontrak hingga HP
-
Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI