- Kota Tua, Jakarta Barat, akan menggelar acara besar Jakarta Kota Sinema dan perayaan Imlek awal 2026.
- Dishub Jakarta Barat terapkan rekayasa lalu lintas dengan 110 personel mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026.
- Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Teh dan Jalan Cengkeh akan ditutup secara berkala untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Suara.com - Kawasan wisata Kota Tua di Tamansari, Jakarta Barat, bersiap menyambut perhelatan besar Jakarta Kota Sinema sekaligus perayaan Imlek di awal tahun 2026 ini.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat berencana melakukan rekayasa lalu lintas besar-besaran guna mengantisipasi lonjakan aktivitas di area bersejarah tersebut.
Untuk memastikan kelancaran mobilitas, pihak berwenang bakal menerjunkan ratusan personel guna mengatur pergerakan kendaraan agar tetap tertib.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto menyatakan bahwa langkah teknis ini diambil demi kenyamanan para pengguna jalan dan pengunjung.
"Rekayasa Lalin ini akan diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Kota Tua," ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Susilo merinci bahwa setidaknya ada 110 personel yang akan bersiaga di lapangan dengan pembagian waktu kerja yang teratur.
"Kami kerahkan 110 petugas yang terbagi dalam tiga sif, termasuk penempatan petugas pada dua venue, yaitu Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga," terangnya.
Fokus pengamanan dan pengaturan arus akan menyasar tiga titik ruas jalan utama serta dua gedung ikonik yang menjadi pusat kegiatan.
Rangkaian rekayasa arus kendaraan ini dijadwalkan berlangsung secara maraton mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026.
Baca Juga: Dari Dimsum Hingga Bebek Panggang: Pengalaman Kuliner Mewah Sambut Tahun Kuda Api di Bali
Sejumlah ruas jalan yang akan mengalami penutupan secara berkala meliputi Jalan Teh, Jalan Cengkeh, hingga Jalan Kunir II Dalam.
Secara mendetail, akses di Jalan Teh akan ditutup pada 30-31 Januari 2026, kemudian disusul penutupan Jalan Cengkeh pada 3-7 Februari 2026.
Khusus untuk kawasan Jalan Cengkeh, kebijakan ini juga akan berimbas pada aktivitas perniagaan di lokasi sementara para pedagang.
"Untuk Jalan Cengkeh, termasuk penutupan lokasi sementara pedagang pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026," beber Susilo.
Adapun penutupan akses terakhir direncanakan bakal berlangsung di Jalan Kunir II Dalam pada 26 Februari 2026 sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Masyarakat pengguna jalan diharapkan dapat mematuhi instruksi petugas di lapangan demi menghindari penumpukan kendaraan yang masif.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Strategi Perang AS-Israel Lawan Iran Dinilai Sembrono dan Tanpa Roadmap Jelas
-
Gubernur Ahmad Luthfi Bantah Bareng Bupati Pekalongan Saat OTT KPK: Enggak, Info dari Mana?
-
Pemprov DKI Wanti-Wanti Perusahaan Soal Pencairan THR, Sanksi Berat Menanti Bagi yang Tidak Taat
-
BMKG: Jabodetabek Bakal Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Sore
-
Remaja Makassar Tewas Tertembak Polisi, Anggota DPR Ini Desak Polri Usut Tuntas
-
Fadia Arafiq Ngaku Sedang Bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Saat KPK Gerebek Rumahnya
-
Pakar: Kasus Pidana Eks Menteri NM Bukan Kejahatan Biasa, Segera Telusuri Asetnya
-
Harga Daging dan Cabai Mulai 'Ugal-ugalan', Polda Metro Jaya Tegur Pedagang di Pasar Kopro
-
Fadia Arafiq Resmi Pakai Rompi Oranye, Bantah Kena OTT: Saya Sedang Sama Pak Gubernur Jateng
-
Waspada! Bibit Siklon 90S Berpotensi Jadi Badai Tropis dalam 24 Jam, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem