- Dishub DKI Jakarta melaksanakan pemasangan pipa PAM Jaya di Jl. R.A. Kartini dan Jl. R.S. Fatmawati mulai 16 Januari 2026.
- Pekerjaan hari kerja hanya dilakukan pukul 22.00 hingga 04.00 WIB, ditutup plat baja pada pagi hari.
- Pengerjaan akhir pekan berlangsung nonstop 24 jam penuh; skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk antisipasi kepadatan.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengumumkan adanya pengerjaan proyek infrastruktur vital di kawasan Jakarta Selatan mulai Jumat (16/1/2026).
Proyek tersebut berupa pemasangan pipa air bersih milik PAM Jaya, yang akan melintasi Jalan R.A. Kartini hingga Jalan R.S. Fatmawati.
"Pada 16 Januari - 16 April 2026, akan ada pekerjaan pemasangan pipa Air Bersih PAM Jaya di Jl. R.A Kartini dan Jl. R.S Fatmawati, Jakarta Selatan," bunyi informasi resmi dari akun Instagram Dishub DKI Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Lokasi spesifik pengerjaan berada di sisi utara Jalan R.A. Kartini, tepatnya mulai dari depan Gedung PT Aplikanusa Lintasarta sampai depan Citytrans Fatmawati.
Guna meminimalisir kepadatan kendaraan yang mungkin timbul, pihak berwenang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar area terdampak.
Untuk hari kerja, yakni Senin hingga Jumat, aktivitas pengerjaan diatur agar hanya dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.
Pihak pelaksana menjamin jalan tersebut sudah dapat dilintasi kembali oleh kendaraan pada pagi hari karena galian akan ditutup menggunakan plat baja.
"Pagi hari sudah dapat dilintasi kendaraan. Tidak ada pagar kerja dan galian ditutup plat," lanjut paparan dari Dishub DKI Jakarta.
Sementara itu, pengerjaan pada akhir pekan atau hari Sabtu dan Minggu akan dilaksanakan secara nonstop selama 24 jam penuh.
Baca Juga: Besok Dimulai! Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Salemba Tengah, Siap-Siap Ubah Rute Anda
Area proyek dipastikan sudah bersih dari pagar kerja dan siap digunakan kembali oleh para pengendara pada Senin pagi setiap pekannya.
Skema pengaturan arus kendaraan ini bersifat krusial, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi transportasi yang sangat padat di wilayah Jakarta Selatan.
Dishub pun mewanti-wanti para pengguna jalan agar selalu memperhatikan rambu-rambu serta instruksi petugas yang berjaga di lapangan.
"Diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas yang ada dan senantiasa mengutamakan keselamatan di jalan," tutup keterangan tertulis dalam unggahan tersebut.
Masyarakat juga diharapkan dapat menyesuaikan waktu keberangkatan atau mencari rute alternatif selama masa pengerjaan demi kenyamanan bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri
-
Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi