- Super Flu adalah mutasi Influenza A H3N2 subclade K, bukan virus baru, dengan penularan lebih cepat dan gejala demam ekstrem hingga 41 derajat Celsius.
- Penyebaran awal fenomena ini dipicu cuaca ekstrem awal tahun dengan kelembapan tinggi yang memudahkan virus bertahan lama di udara.
- Data Kemenkes menunjukkan 13 provinsi terjangkit, mayoritas kasus dialami perempuan dan anak-anak, namun tren kasus menunjukkan penurunan signifikan.
Kerentanan tinggi juga terlihat pada kelompok usia anak-anak 1 hingga 10 tahun, yang mencakup 35 persen dari total kasus. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pengawasan protokol kesehatan yang lebih ketat di lingkungan sekolah dan tempat bermain.
Selain perempuan dan anak-anak, lansia serta penderita penyakit penyerta juga termasuk kelompok berisiko tinggi. Data ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk memberikan perlindungan ekstra bagi anggota keluarga yang rentan guna mencegah pemburukan gejala.
6. Sebaran di Beberapa Provinsi Indonesia
Data Kemenkes untuk periode 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 mengungkap persebaran Influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia. Dari 204 spesimen Influenza A(H3N2) yang diuji di laboratorium, sebanyak 74 kasus dikonfirmasi sebagai varian subclade K.
Virus ini dilaporkan telah menyebar di 13 provinsi, dengan episentrum kasus terbanyak berada di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Meski mayoritas kasus tercatat pada perempuan dan anak-anak, para epidemiolog mengingatkan adanya “fenomena gunung es”. Angka yang tercatat diyakini belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan, mengingat keterbatasan surveilans genomik nasional.
7. Tren Kasus Justru Sedang Menurun
Meski gejalanya tergolong berat, Kemenkes RI menyampaikan kabar yang menenangkan. Berdasarkan analisis, puncak penularan super flu di Indonesia telah terlewati pada minggu ke-40 tahun 2025.
Tren penurunan kasus mulai terlihat sejak minggu ke-44 dan terus berlanjut hingga akhir tahun. Memasuki Januari 2026, data nasional mengonfirmasi penurunan angka infeksi yang signifikan.
Pemerintah menyatakan situasi saat ini berada dalam kondisi terkendali. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga pola hidup sehat dan kewaspadaan, tanpa perlu diliputi kepanikan berlebihan.
Reporter: Tsabita Aulia
Baca Juga: Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
Berita Terkait
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Pelembap Bisa Bikin Jerawatan? Kenali Bahaya Penggunaan Moisturizer Berlebihan
-
Senyum Immanuel Ebenezer Saat Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
-
Bahaya Doomscrolling: Mengapa Terlalu Banyak Baca Berita Bisa Merusak Mental?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Terpilih Jadi Ketum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid Mundur dari Komisaris Jakpro
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Pemeriksaan Tersangka Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Pakai SOP Solo!
-
Pedagang Daging Jabodetabek Ancam Mogok Massal, Pramono Anung: Saya Yakin Tetap Berjualan
-
Usai Tetapkan Sudewo Jadi Tersangka Kasus DJKA, KPK Dalami Keterlibatan Anggota Komisi V DPR Lain
-
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Arifah Singgung Ancaman Child Grooming
-
Misteri Penjemputan Kajari Sampang ke Jakarta: Kejagung Bantah OTT, Singgung Penyalahgunaan Wewenang
-
Truk Terbalik di Jalur Pantura Karawang, Lubang Jalan Picu Kemacetan Panjang
-
BW Semprot Wacana Pilkada Lewat DPRD: Biaya 37 T Mahal, Makan Gratis 268 T Dianggap Penting
-
Jakarta 'Diteror' Hujan, Pemprov DKI Terapkan Dua Kali Modifikasi Cuaca
-
Hujan Deras Tak Kunjung Reda, Banjir Jakarta Meluas ke 12 RT dan 17 Ruas Jalan