- Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan kunjungan di Davos, Swiss, lalu bertolak menuju Paris, Prancis, pada Jumat, 23 Januari 2026.
- Keberangkatan ke Paris dilakukan untuk memenuhi undangan resmi dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron, setelah dari Davos.
- Di Swiss, Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia, termasuk reformasi struktural dan perbaikan tata kelola pemerintahan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menuntaskan kunjungannya di Davos, Swiss, Jumat (23/1/2026). Prabowo selanjutnya bertolak menuju Paris, Perancis.
Melaporkan langsung dari Bandara Udara Internasional Zurich, Prabowo bersama putra sulungnya, Ragowo Hediprasetyo, masuk ke dalam pesawat kepresidenan pada pukul 13.05 waktu setempat.
Turut serta dalam rombongan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Adapun pesawat lepas landas dari Zurich menuju Paris pada pukul 13.52 waktu setempat.
Sementara itu, yang ikut mengantarkan Presiden Prabowo ke bandara antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono; Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss, Y.M. I Gede Ngurah Swajaya; Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Y.M. Sidharto R. Suryodipuro; serta Atase Darat RI untuk Perancis merangkap Swiss, Kolonel Arm. Aji Nugroho.
Menlu Sugiono menyampaikan bahwa keberangkatan Prabowo dari Zurich, Swiss, menuju Paris, Perancis dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Presiden Perancis Emmanuel Macron.
"Memenuhi undangan Presiden Macron," ujarnya.
Namun, Sugiono tidak menjelaskan secara lebih detail terkait agenda Prabowo selama berada di Paris.
Sebelumnya, kehadiran Prabowo di Swiss dalam rangka menyampaikan pidato pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos.
Baca Juga: Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi
"Yang pada intinya beliau menyampaikan, memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia. Hal-hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah selama kurang lebih 15 bulan. Disampaikan bahwa upaya-upaya yang kita lakukan meliputi reformasi struktural, kemudian perbaikan-perbaikan governance," kata Sugiono.
"Termasuk penertiban-penertiban hal-hal yang irreguler selama ini dan ilegal. Kemudian meningkatkan efisiensi dari pemerintah itu sendiri dan beliau juga menyampaikan program-program yang dilakukan pemerintah di bidang investasi sumber daya manusia," tandasnya.
Berita Terkait
-
Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi
-
Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Gebuk 'Oligarki Serakahnomic'
-
Prabowo Subianto Diundang ke Piala Dunia 2026
-
Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah
-
Momen Prabowo Subianto Bertemu Zinedine Zidane di Davos, Ngobrol Apa?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan
-
Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah
-
Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN
-
Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK
-
'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus
-
Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok
-
Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji
-
KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?