- BPBD DKI Jakarta melaporkan 114 RT dan 15 ruas jalan terendam banjir Jumat malam akibat hujan ekstrem sejak Kamis.
- Jakarta Barat menjadi daerah paling terdampak dengan 50 RT tergenang setinggi 120 cm dipicu luapan Kali Angke.
- Ratusan warga mengungsi; BPBD mengerahkan personel untuk menyedot air dan mendistribusikan logistik pengungsi.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 114 Rukun Tetangga (RT) dan 15 ruas jalan di ibu kota masih terendam banjir hingga Jumat (23/1/2026) malam.
Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya secara merata sejak Kamis (22/1/2026).
Jakarta Barat menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 50 RT yang masih tergenang air luapan sungai dan hujan.
Ketinggian air di permukiman warga Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya dilaporkan mencapai titik kulminasi tertinggi yakni 120 sentimeter.
Selain curah hujan tinggi, meluapnya Kali Angke dan Kali Pesanggrahan menjadi faktor utama penyebab genangan di kawasan Jakarta Barat tak kunjung surut.
Bergeser ke Jakarta Selatan, tercatat ada 31 RT yang terendam dengan titik terdalam berada di Kelurahan Pejaten Timur setinggi satu meter akibat luapan Kali Ciliwung.
Wilayah Jakarta Timur juga tidak luput dari kepungan air yang merendam 26 RT dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.
Kondisi tersebut memaksa ratusan warga di berbagai wilayah untuk menanggalkan kenyamanan rumah mereka dan memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data terkini menunjukkan para penyintas banjir mulai memadati masjid, mushola, gedung PAUD, hingga kantor kelurahan yang dijadikan posko pengungsian sementara.
Baca Juga: Jelang Malam, 125 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Tergenang Banjir Jakarta
Pihak BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel lintas instansi dari Dinas SDA hingga Gulkarmat untuk melakukan percepatan penyedotan air di lokasi terdampak.
Selain fokus pada penyedotan genangan, petugas di lapangan juga memastikan tali-tali air berfungsi optimal serta mendistribusikan kebutuhan logistik bagi para pengungsi.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," bunyi keterangan resmi BPBD DKI Jakarta.
Meski beberapa titik seperti di Kuningan Barat dan Bendungan Hilir dilaporkan sudah surut, masyarakat diminta untuk tetap mawas diri terhadap potensi hujan susulan.
Masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dapat segera menghubungi layanan pusat panggilan gratis 112 yang beroperasi selama 24 jam non-stop.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
-
Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris
-
Kasatgas Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana di Aceh Timur
-
Strategi Pramono Tangani Banjir Jakarta: Fokus Normalisasi Sungai, Tidak Tambah Sumur Resapan
-
Gaji Guru Dinilai Tak Layak, Komisi X DPR Dorong Upah Minimal Rp 5 Juta
-
Ikut Jokowi ke Arab, Keterangan Dito Ariotedjo Disebut Kuatkan Bukti Soal Pembagian Kuota Haji
-
Melodi My Way di Bawah Rintik Hujan Batu Tulis Warnai Perayaan Sederhana HUT ke-79 Megawati
-
Geledah Rumah Bupati Pati Sudewo Dkk, KPK Amankan Dokumen Hingga Uang Ratusan Juta Rupiah
-
Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi
-
KPK Cecar Eks Menpora Dito: Asal Usul Kuota Haji Tambahan Dipertanyakan