- Kementan pastikan kasus korupsi mantan pejabat Rp27 miliar bukan fitnah, didukung bukti audit investigatif.
- Kasus korupsi ini terungkap berkat pengakuan Deni, bawahan Indah Megahwati, mengenai proyek fiktif.
- Dua tersangka, Indah dan Deni, telah ditetapkan dan berkas perkara korupsi telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI.
Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) akhirnya angkat bicara merespons pembelaan diri Indah Megahwati, mantan pejabat Kementan yang terseret kasus dugaan korupsi senilai Rp27 miliar.
Kementan menegaskan bahwa jeratan hukum yang menimpa Indah bukanlah fitnah, melainkan hasil dari pengakuan saksi kunci dan audit investigatif yang kuat.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, menekankan bahwa kasus ini telah melewati proses hukum yang objektif.
“Kasus ini bukan opini atau narasi sepihak. Perkara ini terbongkar dari pengakuan dan diperkuat audit investigatif resmi Inspektorat,” ujar Arief dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Nyanyian Bawahan Jadi Pintu Masuk
Skandal ini mulai terkuak setelah Deni, pejabat bawahan Indah Megahwati, "bernyanyi" di hadapan penyidik. Deni secara gamblang membuka modus permainan proyek fiktif tersebut dan mengakui dirinya telah menerima aliran dana sebesar Rp10 miliar.
Pengakuan Deni menjadi kartu domino yang meruntuhkan skema korupsi di lingkungan kementerian tersebut. Berdasarkan hasil audit investigatif Inspektorat Jenderal Kementan, ditemukan adanya proyek-proyek bodong dengan total nilai kerugian mencapai Rp27 miliar.
Mirisnya, angka Rp27 miliar tersebut diprediksi masih bisa membengkak. Pasalnya, muncul aduan dari pihak-pihak lain yang merasa tertipu; mereka sudah menyetorkan "dana komitmen", namun proyek yang dijanjikan tak pernah ada.
Sudah Tersangka dan Siap Disidang
Baca Juga: Mentan Keseleo Lidah, Sebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bukan KDM, Langsung Istighfar dan Minta Maaf
Status hukum perkara ini pun sudah sangat terang. Selain Indah Megahwati, Deni juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Arief menjelaskan bahwa kasus ini telah diproses oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Kabar terbaru menyebutkan, berkas perkara telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk penetapan P21 (lengkap).
“Jadi tidak benar jika disebut sebagai fitnah,” tegas Arief mematahkan klaim sepihak yang beredar.
Komitmen Bersih-bersih Mentan Amran
Langkah tegas ini merupakan bagian dari misi besar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menyapu bersih praktik lancung di instansinya. Sebelumnya, Mentan Amran secara terbuka mengungkap adanya oknum yang berani memalsukan tanda tangan demi memuluskan aksi tipu-tipu proyek.
“Di Kementerian Pertanian ada oknum yang bermain, meminta fee dengan janji memenangkan proyek. Nilainya Rp27 miliar dan sudah terealisasi Rp10 miliar. Yang bersangkutan sudah kami pecat dan kini berstatus tersangka,” ujar Mentan Amran pada Senin (9/6/2025).
Berita Terkait
-
Bareskrim Bongkar Borok Dana Syariah Indonesia: Proyek Fiktif Jerat 15.000 Investor
-
Ramai-ramai Pedagang Daging Mogok, Amran Ancam Cabut Izin Pengusaha yang Mainkan Harga
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Amran Desak Pengusutan Tuntas Penyelundupan Bawang Bombay di Semarang
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama
-
Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran
-
Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan
-
Yaqut Disebut 'Getok' Rp84 Juta Per Jemaah Haji Khusus
-
CCTV di Salemba Disisir, Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
H-8 Lebaran 2026: 45 Ribu Pemudik 'Serbu' Stasiun Jakarta, 721 Petugas Gabungan Siaga
-
3 Tetangga Indonesia Boncos Gara-gara Perang AS - Israel vs Iran
-
Iran Peringatkan AS: Timur Tengah Bisa Gelap Jika Fasilitas Listrik Diserang