- Menteri Pertanian menindak tegas penyelundupan 123 ton bawang bombay ilegal di Semarang, meminta pengusutan aktor intelektual.
- Pengungkapan kasus ini berawal laporan masyarakat dan barang ilegal tersebut dipastikan akan dimusnahkan tanpa dilelang.
- Polda Jawa Tengah telah mengamankan enam sopir sebagai saksi; barang tersebut diduga didistribusikan dari Kalimantan.
Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan mentoleransi praktik penyelundupan bawang bombay yang terungkap di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga ke aktor intelektual agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Ini harus. Kami minta PM (polisi militer) dampingi, kemudian Kapolres, agar diusut, dibongkar sampai akar-akarnya. Ini harus dikasih efek jera," katanya, di Semarang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Amran saat meninjau langsung ribuan karung bawang bombay ilegal yang diamankan aparat di sebuah gudang di Semarang. Menurutnya, pengawasan ketat perlu dilakukan karena penyelundupan komoditas pertanian berpotensi menimbulkan dampak serius bagi sektor pangan nasional.
Amran mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat melalui layanan WhatsApp Lapor Pak Amran. Menindaklanjuti informasi itu, ia segera berkoordinasi dengan Polisi Militer, Dandim, Kapolrestabes Semarang, serta jajaran karantina untuk mencegah barang ilegal tersebut masuk ke pasar.
"Total 6.172 karung, 123 ton. Tapi (yang penting) bukan tonnya kalau pertanian, 1 ton dengan 1000 ton sama saja kalau bawa penyakit," katanya.
Ia menduga penyelundupan bawang bombay itu dilakukan secara terorganisasi. Hal tersebut terlihat dari kesiapan armada angkut yang disiapkan untuk mendistribusikan bawang ilegal tersebut.
"Ini kan berarti sekongkol semua, mobilnya sudah siap semua. Baru tidak ada surat-surat. Ini harus dibongkar. Enggak boleh ada ampun," katanya.
Menurut Amran, kerugian akibat penyelundupan tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga ancaman terhadap keberlanjutan pertanian dalam negeri. Produk ilegal berpotensi membawa penyakit tanaman yang dapat merusak komoditas lokal dan menurunkan semangat petani.
"Ini akan dimusnahkan, enggak ada distribusi, enggak ada lelang-lelang. Iya ini berhasil dihalau sebelum menyebar ke masyarakat. Nggak boleh," katanya.
Baca Juga: Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djoko Julianto menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan. Polisi telah mengamankan enam orang sopir ekspedisi sebagai saksi, ribuan karung bawang bombay, serta enam unit truk yang digunakan untuk pengangkutan.
"Kami masih mengamankan dari ekspedisi saja. Driver-driver saja, dan nanti dari pemeriksaan mereka berkaitan dengan asal surat dokumen, termasuk dokumen kendaraan, barang, kita akan terus melakukan pemeriksaan," katanya.
Djoko menjelaskan, hingga saat ini para pengemudi masih berstatus saksi karena mengaku hanya menjalankan tugas pengangkutan dan bersikap kooperatif selama pemeriksaan.
"Dia hanya mengangkut barang ini untuk ke Semarang. (Nama perusahaannya?) Nanti akan kita infokan. Dari Kalimantan dibawa ke Semarang. Nanti perkembangan kami infokan lebih lanjut," katanya.
Berita Terkait
-
Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta
-
Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan
-
Mentan Keseleo Lidah, Sebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bukan KDM, Langsung Istighfar dan Minta Maaf
-
Perjalanan Rombongan Guru Jakarta Berakhir Duka: Hiace Tabrak Truk di Tol Semarang, 1 Tewas
-
Semarang Jadi Primadona Libur Nataru 2026, Kota Lama hingga Lawang Sewu Dipadati Wisatawan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata
-
Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget
-
Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi
-
Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset
-
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol
-
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
-
UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA