- Menteri Pertanian salah menyebut Gubernur Jawa Barat saat acara Panen Raya di Karawang, Jawa Barat, 7 Januari 2026.
- Kesalahan sebut nama terjadi di hadapan Presiden Prabowo Subianto, menyebabkan kegaduhan dan permintaan maaf segera dari Menteri.
- Menteri Amran mengklarifikasi kedekatannya dengan Gubernur yang salah sebut dan menjanjikan tambahan bantuan sebagai kompensasi.
Suara.com - Suasana riuh dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, mendadak pecah oleh gelak tawa dan gemuruh warga. Pemicunya adalah insiden salah sebut yang dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyapa para pejabat yang hadir.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan ribuan masyarakat, Mentan Amran melakukan kesalahan fatal saat hendak menyapa Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Alih-alih menyebut nama KDM, lidah Amran justru menyebut nama gubernur pendahulunya, Ridwan Kamil.
Momen tersebut terjadi ketika Amran tengah bersemangat memberikan sambutan dan menyapa satu per satu tamu penting di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, pada Rabu (7/1/2026).
"Para Gubernur. Ada Pak Ridwan Kamil," sapa Amran dengan lantang.
Sapaan itu sontak disambut gemuruh oleh masyarakat yang hadir. Mereka serempak mengingatkan sang menteri bahwa ia telah salah menyebut nama. Seketika, Amran menyadari kekeliruannya dan langsung menunjukkan ekspresi kaget seraya memohon ampun.
"Astagfirullah," ucap Amran beristigfar setelah menyadari kesalahan ucapnya yang cukup telak.
Tak ingin suasana menjadi canggung, Amran lantas buru-buru menghadap ke arah Dedi Mulyadi yang duduk di barisan depan dan langsung menyampaikan permohonan maaf.
KDM, yang menjadi objek salah sebut, terlihat hanya bisa tertawa lepas menanggapi insiden lucu tersebut.
Amran kemudian mencoba mencairkan suasana dengan sebuah candaan khas.
Baca Juga: Larangan Sawit Jabar Vs Regulasi Nasional: Mengapa Surat Edaran Dedi Mulyadi Rawan Digugat?
"Kang Deddy Mulyadi. Ini harus potong kambing ya? Kalau salah nama. Maaf Pak Gubernur," kata Amran yang kembali disambut tawa hadirin.
Untuk menunjukkan bahwa kesalahannya murni karena keseleo lidah dan bukan karena tidak kenal, Amran segera menceritakan kedekatannya dengan KDM, terutama dalam urusan yang berkaitan dengan sektor pertanian di Jawa Barat.
"Sahabatku sering telpon-telponan. Pak Mentan ada irigasi. Saya sangat dekat dengan beliau," kata Amran, seolah memberikan klarifikasi atas insiden tersebut.
Mentan Amran bahkan menceritakan kedekatan itu langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengenang bagaimana KDM pernah menyampaikan aspirasi terkait distributor pupuk.
Namun, Amran menjelaskan bahwa ia harus mengikuti arahan Presiden Prabowo untuk berlaku adil dan tidak memihak.
"Tapi biasa beliau tambah Bapak Presiden. Pak mentan jangan sampai lupa. Aku dari Gerindra. Oh iya aku ngerti itu. Maksudnya tambah itu bantuan 10 persen. Tetapi perintah Bapak Presiden tahu. Maaf. Sewaktu distributor pupuk diubah seluruh Indonesia," kata Amran.
Ia melanjutkan ceritanya, mengingat pesan tegas dari Prabowo saat berada di Hambalang untuk memastikan proses penunjukan distributor berjalan lurus dan profesional, tanpa ada pilih kasih.
"Aku terngiang di Hambalang, Pak Mentan jangan pilih kasih seperti orang lain. Itu siapapun terbaik. Itu yang jadi distributor. Jadi kami tutup mata Bapak Presiden. Siapa saja, saya iya iya saja. Nggak kepanggil. Harus lurus saja Bapak Presiden," sambungnya.
Karena prinsip itulah, Amran mengaku tidak bisa memenuhi permintaan spesifik dari KDM saat itu. Sebagai penutup dan "penebus dosa" atas kesalahan sebut nama, Amran pun berjanji akan memberikan kompensasi lain kepada Gubernur Jawa Barat tersebut.
"Maaf Pak Gubernur. Nanti bantuan ada tambahannya karena pelayanannya baik hari ini," ujar Amran.
Berita Terkait
-
Larangan Sawit Jabar Vs Regulasi Nasional: Mengapa Surat Edaran Dedi Mulyadi Rawan Digugat?
-
Pandji Pragiwaksono Sentil Warga Jabar Suka Pilih Pemimpin Artis, Tuai Reaksi Dedi Mulyadi
-
Gebrakan KDM Haramkan Jabar untuk Penanaman Sawit Baru
-
Pilih Cerai dari Ridwan Kamil, Atalia Praratya Ungkap Harapan Baru di 2026
-
Ungkap Sulitnya Jadi Janda, Aura Kasih Mau Cari Suami yang Pandai Mengaji
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya
-
Menbud Fadli Zon: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Kebudayaan Dunia dan Super Power Megadiversity
-
Polri Bongkar Pola TPPO Berkedok Lowongan Kerja, Korban Dipaksa Bayar untuk Pulang
-
Ratusan Botol Miras Disita Satpol PP Jakarta Utara di Awal Puasa!
-
MKD Sahkan Ahmad Sahroni Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR: Tak Ada Pelanggaran Prosedur
-
Yusril Tegaskan Bripda MS Harus Diadili Pidana dan Disidang Etik atas Kematian Anak di Tual
-
Wamen HAM Mugiyanto: Oknum Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Pelanggaran HAM
-
Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya
-
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
-
Jangan Ada Impunitas di Kasus Tual, KPAI Desak Hukum Berat Pelaku dan Evaluasi Total SOP