- Direktur CELIOS, Zulfikar Rakhmat, mengkritik keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian (BoP) bentukan Donald Trump.
- Zulfikar menilai peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian tidak akan signifikan dan terbatas dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina.
- Keputusan bergabung dinilai menunjukkan Prabowo lebih mementingkan citra dan kekuasaan daripada isu pembebasan Palestina.
Zulfikar menyoroti tidak ada sanksi yang diusulkan, tidak ada pertanggungjawaban yang dituntut, dan tidak pengakuan atas ketidakseimbangan kekuatan yang mencolok antara penjajah dan yang dijajah.
Ia mengingatkan tentang sikap Indonesia, yakni perjuangan anti-kolonial serta penolakan konstitusional terhadap pendudukan. Sikap yang diwariskan hingga kini memberikan Indonesia kredibilitas untuk bersuara menentang ketidakadilan.
Ia menyebut di bawah kepemimpinan Prabowo, otoritas tersebut ditukar dengan jabat tangan, tepuk tangan, dan kesempatan berfoto.
"Strip away the euphemisms and empty slogans, and the truth is unavoidable: Prabowo does not care about Palestine. He cares about himself. He cares about prestige. He cares about power. And in that pursuit, Palestinian liberation is not merely ignored — it is actively sacrificed," tutup Zulfikar dalam opininya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
KPK Panggil Staf Ahli Menhub Dudy Purwagandhi di Kasus DJKA
-
Irlandia Diteror Bom Mobil di Depan Kantor Polisi
-
Pengamat Ingatkan Risiko Selat Malaka Jadi Arena Konflik, ASEAN Diminta Bertindak Cepat
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Merah Putih: Hasan Nasbi hingga Kadir Karding Bakal Dilantik Sore Ini?
-
Tomsi Tohir Desak Pemda Turun ke Lapangan Kendalikan Inflasi, Bukan Hanya Rapat
-
Fadli Zon Jajaki Pendirian Rumah Budaya Indonesia di Beijing
-
Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Tren Kenaikan Harga Minyak Belum Reda
-
Bos Perusahaan Rokok PT Gading Gadja Mada Dipanggil KPK untuk Kasus Bea Cukai
-
Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat
-
Soal Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu, Hensa: Harus Tegas dan Bisa Ditegakkan