- Dua anggota polisi tewas terhimpit truk TNI saat menuju lokasi longsor.
- Panglima TNI sampaikan permohonan maaf, sebut kasus sedang dalam penyelidikan.
- Kecelakaan terjadi karena truk TNI dari belakang diduga mengalami rem blong.
Suara.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto angkat bicara menanggapi insiden tewasnya dua anggota Bhabinkamtibmas yang terhimpit truk TNI di Kabupaten Bandung Barat. Ia menyampaikan permohonan maaf dan memastikan kasus tersebut kini tengah dalam proses penyelidikan.
"Ya, itu sedang diselidiki," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, penyelidikan diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, karena berbagai kemungkinan bisa menjadi faktornya.
"Kan mungkin juga tidak sengaja dan sebagainya. Kita mohon maaf," katanya.
Kronologi Kecelakaan Maut
Kabar duka ini menyelimuti Polda Jawa Barat setelah dua personelnya, Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, gugur dalam tugas pada Sabtu (24/1/2026). Keduanya mengalami kecelakaan fatal saat hendak menuju lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi, menyampaikan rasa duka citanya yang mendalam.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Cimeta. Saat itu, kedua anggota polisi tersebut beriringan menggunakan sepeda motor.
Nahas, sebuah truk dari arah belakang diduga mengalami rem blong, sementara truk di depan mereka mengerem mendadak. Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai kedua personel tersebut terhimpit di antara dua kendaraan besar.
Baca Juga: KSAL: Puluhan Marinir Tertimbun Longsor Cisarua Sedang Jalani Latihan Pengamanan Perbatasan
Kedua anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua itu meninggal dunia di tempat kejadian saat sedang dalam perjalanan untuk memberikan bantuan kepada korban longsor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan
-
Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono
-
Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap
-
Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?
-
Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh
-
Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung