- Seorang guru SD berusia 55 tahun dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan atas dugaan kekerasan verbal.
- Laporan ini muncul setelah keluarga murid mengunggah kronologi kejadian yang bermula Agustus 2025.
- Polres Tangerang Selatan telah mendaftarkan laporan tersebut sejak Desember 2025 dan masih dalam tahap penyelidikan.
Suara.com - Seorang guru sekolah dasar (SD) perempuan berusia 55 tahun yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan atas dugaan kekerasan verbal. Kasus tersebut kini tengah ditangani kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan.
Informasi mengenai laporan itu mencuat ke publik setelah anak guru tersebut mengunggah serangkaian pernyataan di media sosial Instagram @dinogabrl. Dalam unggahan itu, keluarga menyampaikan kronologi kejadian sekaligus meminta dukungan publik melalui petisi daring.
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa bermula pada Agustus 2025 saat kegiatan lomba sekolah berlangsung. Seorang murid dilaporkan terjatuh setelah meminta temannya menggendong dan tidak segera mendapat pertolongan hingga akhirnya dibantu oleh orang tua murid yang berada di lokasi.
Sebagai wali kelas, guru tersebut kemudian menyampaikan nasihat kepada seluruh murid secara umum agar lebih bertanggung jawab dan saling peduli.
Keluarga menegaskan bahwa nasihat tersebut disampaikan tanpa kata-kata kasar dan tidak menyudutkan murid tertentu.
Namun, nasihat itu dipersepsikan berbeda oleh salah satu pihak dan dianggap sebagai bentuk kemarahan di depan kelas.
Upaya mediasi secara kekeluargaan disebut telah dilakukan, namun keluarga murid memilih memindahkan anaknya ke sekolah lain dan melaporkan guru tersebut ke sejumlah lembaga, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan Provinsi, serta Polres Tangerang Selatan.
Akibat laporan tersebut, guru yang bersangkutan harus menjalani proses pemeriksaan untuk dimintai klarifikasi atas peristiwa yang terjadi.
Laporan Terdaftar Sejak Desember
Baca Juga: Apel Akbar Guru Honorer, 2.900 Guru Madrasah Desak Status PPPK
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan IPDA Yudhi Susanto membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Ia mengatakan laporan itu merupakan hak masyarakat dan telah terdaftar sejak Desember 2025.
“Kalau laporan polisi, karena haknya masyarakat, saat ini sudah terdaftar di kita sejak bulan Desember. Tapi kalau kriminalisasi itu nggak ada,” kata Yudhi saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
Menurut Yudhi, penyelidik masih mendalami perkara tersebut dan belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya unsur pidana.
“Saat ini kita masih mendalami perkaranya, masih sesuai SOP yang ada. Kita kan juga asas praduga dan lainnya. Sementara sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan terkait itu,” katanya.
Terkait informasi yang beredar soal laporan bermula dari nasihat guru agar murid memedomani nilai Pancasila, Yudhi menyebut pihaknya belum memperoleh data yang valid.
“Itu kami belum dapat data validnya, karena banyak beredar. Hanya membenarkan bahwa peristiwanya saat ini sudah dilaporkan, kalau untuk koridor dugaan pidananya kan masih didalami,” jelasnya.
Hingga kini, Polres Tangerang Selatan masih mengumpulkan keterangan dari pelapor dan pihak terkait untuk menentukan kelanjutan penanganan perkara tersebut.
Saat ditanya apakah guru tersebut akan dimintai keterangan, Yudhi mengatakan hal itu masih menunggu tahapan penyelidikan.
“Informasi valid belum dapat, masih didalami,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Apel Akbar Guru Honorer, 2.900 Guru Madrasah Desak Status PPPK
-
Tito Pastikan Proses Belajar Mengajar di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
-
Kuliah Perbankan Syariah, Ini Peluang Karier yang Dibutuhkan Industri Keuangan
-
Tim Hukum Nadiem Laporkan Saksi ke KPK, Curiga Ada Tekanan di Balik Persidangan
-
6 Fakta Kasus Guru SMK di Talaud Dianiaya Oknum TNI AL
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo