- Arief Kamarudin, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, prihatin melihat dominasi ikan sapu-sapu invasif dari Amazon di Kali Ciliwung sejak 2026.
- Ikan sapu-sapu merusak ekosistem lokal dan menyebabkan potensi longsor dengan menggali lubang besar di dinding sungai.
- Arief kini aktif memburu ikan invasif tersebut dan aksinya mendorong Dinas Lingkungan Hidup mulai berdiskusi dengannya.
Suara.com - Di sebuah sudut tersembunyi Lenteng Agung, Jakarta Selatan, hiruk-pikuk klakson kendaraan perlahan lamat. Di balik rumah yang saling berhimpit, sebuah jalan setapak membawa langkah menuju aliran legendaris: Kali Ciliwung.
Di bawah naungan rimbun pohon bambu yang menjulang, udara terasa lebih sejuk—sebuah jeda langka dari kepungan beton ibu kota.
Di tepian sungai itu, Arief Kamarudin (34) berdiri menatap arus. Matanya bukan sekadar melihat air keruh, melainkan merekam sejarah tentang bagaimana sungai ini berubah dari surga masa kecil menjadi medan perang ekologi yang sunyi.
Memori Masa Kecil dan Sungai yang Berdenyut
Bagi Arief, Ciliwung adalah denyut nadi. Ia lahir dan tumbuh di rumah yang sama sejak kecil. Memorinya tentang sungai ini dipenuhi potret kelimpahan hayati.
"Dari kecil kan saya sudah memang ikut bapak saya ngejala di Kali ciliwung," ujar Arief saat ditemui Suara.com, Selasa (27/1/2026).
Namun, seiring waktu, Arief menyaksikan sebuah anomali yang mengkhawatirkan. Satu per satu ikan asli sungai yang biasa ia konsumsi mulai menghilang. Sebagai gantinya, muncul "makhluk" hitam, berkulit keras, dan berduri yang populasinya seolah tak terbendung: ikan sapu-sapu.
"Semakin lama perbandingan antara dulu saya kecil dan sekarang itu cukup besar banget, signifikan banget ya. Kok sapu-sapu semakin banyak, ikan yang lain semakin dikit gitu," jelas pria berusia 34 tahun itu.
Invansi Penjajah Sunyi dari Amazon
Baca Juga: Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi
Keresahan itu mendorong Arief melakukan riset mandiri. Ia menemukan fakta mengejutkan: ikan sapu-sapu adalah spesies introduksi dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Di Indonesia, mereka adalah spesies invasif yang "menjajah" bukan dengan taring, melainkan melalui dominasi populasi yang agresif.
Arief menjelaskan detail teknis yang mengerikan. Di Ciliwung, sapu-sapu nyaris tak memiliki predator alami. Meski biawak atau berang-berang (otter) sesekali memangsanya, kecepatan reproduksi ikan ini jauh melampaui rantai makanan yang ada.
"Udah gitu sapu-sapu juga karena dia omnifora, pemakan semuanya, dia juga berpotensi untuk memakan telur-telur ikan yang lain," tuturnya.
Tak hanya merusak ekosistem, ikan ini adalah "arsitek" kehancuran struktur sungai. Arief kerap menemukan lubang-lubang raksasa di dinding sungai yang digali sapu-sapu untuk bertelur. Diameternya bisa mencapai 30 cm dengan kedalaman hingga 90 cm—setara panjang lengan orang dewasa.
"Karena bayangkan lubang diameternya 30 cm ke dalam 90 cm, ada 20 lubang. Jadi rongga-rongga di pinggir-pinggir sungai. Itu berpotensi menyebabkan longsor juga," ucapnya.
Perburuan di Balik Keruhnya Air
Berita Terkait
-
Sosok Arief 'Anak Kali' yang Menaruh Asa di Ciliwung Lewat Konten Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai
-
Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Pastikan Relokasi dan Pembebasan Lahan Segera Berjalan
-
Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam