- Pemprov DKI Jakarta akan segera memulai normalisasi Sungai Ciliwung yang melibatkan relokasi dan pembebasan lahan warga terdampak.
- Pemerintah Provinsi DKI bertanggung jawab penuh mengurus ketersediaan lahan, termasuk telah menerbitkan Penetapan Lokasi (Penlok).
- Langkah ini bertujuan mempercepat pembangunan tanggul yang merupakan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum demi mengurangi risiko banjir.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan proyek normalisasi Sungai Ciliwung akan segera dimulai dengan skema relokasi dan pembebasan lahan bagi warga terdampak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan tanggul yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
"Yang Ciliwung, tentunya ada pembebasan lahan, ada relokasi. Penanganannya segera dilakukan karena harus membuat tanggul dan sebagainya, itu yang nanti dilakukan oleh Kementerian PU," ujar Pramono di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI Jakarta memiliki porsi tugas khusus untuk mengurus segala aspek ketersediaan lahan di lapangan.
Gubernur menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan Penetapan Lokasi (Penlok) agar proses administrasi lahan tidak mengalami kendala.
"Pembebasan lahan oleh DKI Jakarta. DKI Jakarta sudah mengeluarkan Penlok untuk itu," papar Pramono.
Gubernur menyatakan bahwa penanganan Ciliwung tidak bisa ditunda lagi demi mengurangi risiko banjir tahunan di wilayah ibu kota.
Selain Kali Ciliwung, Gubernur juga sudah mengambil kebijakan normalisasi untuk Kali Krukut dan Cakung Lama dengan proyeksi tuntas di 2027.
Belum diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai daerah mana saja yang kelak akan terdampak kebijakan normalisasi sungai-sungai besar di Jakarta.
Baca Juga: Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca, Pramono: Nggak Mungkin Jakarta Nggak Ada Genangan
Yang jelas, Pemprov berkomitmen untuk melakukan pendekatan yang tepat dalam proses pemindahan warga yang tinggal di bantaran sungai.
"Akan segera ditangani," tegas Pramono.
Berita Terkait
-
Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca, Pramono: Nggak Mungkin Jakarta Nggak Ada Genangan
-
Garap Kali Cakung Lama, Pramono Anung Bakal Relokasi Rumah Warga Demi Jalan Inspeksi
-
Atasi Banjir Jakarta Utara, Pramono Anung Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung 2027
-
Terbongkar! Penyebab Utama Banjir Jakarta yang Tak Teratasi: 'Catchment Area' Sudah Mati?
-
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem Besok, Pramono Anung Kebut Pengerukan Kali dan Modifikasi Cuaca
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Rocky Gerung Usai Diperiksa di Kasus Ijazah Jokowi: Dapat Pisang Goreng dan Empat Gelas Kopi
-
5 Fakta Pernyataan Nyeleneh Noel di Sidang Pemerasan: Sebut Nama Purbaya hingga Minta Dihukum Mati
-
Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca, Pramono: Nggak Mungkin Jakarta Nggak Ada Genangan
-
DPR Laporkan 8 Poin Hasil Panja Percepatan Reformasi Polri, Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Tok! Keponakan Prabowo Resmi Disetujui DPR RI Jadi Deputi Gubernur BI
-
BGN Persilakan Publik Unggah Menu MBG ke Medsos, Kritik Justru Dibutuhkan untuk Pengawasan
-
Bertambah jadi 2.493 WNI, KBRI Phnom Penh Percepat Proses Kepulangan Lewat Paspor Darurat
-
DPR Resmi Setujui 9 Anggota Ombudsman RI Baru Periode 2026-2031, Ini Daftarnya
-
Reza Arap Diperiksa 5 Jam Terkait Kematian Lula Lahfah, Polisi Cecar 30 Pertanyaan, Apa Saja?
-
Soroti Mulusnya Jalan Adies Kadir Jadi Hakim MK, Pakar UGM: Cacat Prosedur dan Tak Transparan