Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menerima audiensi sejumlah kepala daerah membahas tindak lanjut Program Sekolah Rakyat.
Hadir dalam pertemuan ini Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Bupati Sukamara Masduki, dan Bupati Aceh Besar Muharram Idris di Kantor Kementerian Sosial, Rabu (28/1/2026).
Wamensos Agus Jabo menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden dan dilaksanakan melalui kerja bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Perintah Presiden, semua harus disinergikan dan dikolaborasikan,” ujar Agus Jabo.
Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan melalui pembagian peran lintas kementerian.
“Pembangunan fisik Sekolah Rakyat dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, sementara setelah sekolah selesai dibangun, pengelolaannya berada di Kementerian Sosial,” tegasnya.
Dalam audiensi dengan Wali Kota Baubau Yusran Fahim, dibahas perkembangan usulan Sekolah Rakyat di Kota Baubau. Pemerintah Kota Baubau mengusulkan lahan seluas 7,9 hektare yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
Berdasarkan pembahasan, Kota Baubau diarahkan masuk dalam tahap ketiga pembangunan Sekolah Rakyat, dengan proses administrasi dan tender direncanakan mulai Maret.
Sementara audiensi dengan Bupati Aceh Besar Muharram Idris membahas keberadaan sekolah rintisan dan rencana pembangunan sekolah permanen. Aceh Besar telah memiliki dua sekolah rintisan yang berjalan sejak 2025 dengan jumlah sekitar 200 siswa jenjang SMA.
Baca Juga: Dari Bansos Hingga Keuangan Digital, Mendagri Ungkap Peran Kunci Data Dukcapil
Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 14,24 hektare untuk sekolah permanen. Dalam pembahasan, tercatat beberapa catatan teknis terkait lokasi lahan, akses jalan, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih. Usulan Aceh Besar masuk dalam tahap ketiga pembangunan, dengan syarat melengkapi administrasi dan persyaratan teknis.
Adapun pertemuan dengan Bupati Sukamara Masduki membahas kebutuhan Sekolah Rakyat di wilayah dengan jarak tempuh pendidikan yang jauh. Pemerintah Kabupaten Sukamara menyampaikan terdapat hampir 200 anak yang menjadi sasaran program.
Pemkab Sukamara mengusulkan lahan awal 5 hektare dan kemudian menambah luasan hingga lebih dari 6,8 hektare, dengan sertifikat atas nama pemerintah daerah. Lahan tersebut telah disurvei dan dinyatakan layak oleh Kementerian PUPR, dengan catatan sebelumnya terkait kekurangan luas lahan yang kini telah dipenuhi.
“Yang penting proposal dan administrasi beres, lalu teknisnya dikunci bersama,” tutup Agus Jabo.***
Berita Terkait
-
Dari Bansos Hingga Keuangan Digital, Mendagri Ungkap Peran Kunci Data Dukcapil
-
Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi
-
Ketua Satgas Tito Karnavian Pastikan Huntara Pengungsi di Pidie Jaya Layak Huni
-
Tinjau Pidie Jaya, Ketua Satgas Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh
-
Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral
-
Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?
-
Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak