- Gubernur DKI Jakarta meninjau progres pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di Cawang pada Kamis, 29 Januari 2026.
- Proyek normalisasi Ciliwung digulirkan kembali secara masif sebagai upaya mengatasi banjir jangka menengah di Jakarta.
- Pemprov DKI Jakarta membebaskan lahan dengan BPN menilai, sementara Kementerian PUPR membangun tanggul sepanjang target 33,69 km.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung progres pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan banjir di Jakarta.
"Ini merupakan bagian dari upaya serius Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir, khususnya dalam jangka menengah," kata Pramono di lokasi.
Proyek strategis ini kembali digulirkan secara masif setelah sempat terhenti atau mengalami stagnasi sejak 2017.
Pramono menegaskan normalisasi sungai menjadi kunci krusial, mengingat sekitar 40 persen aliran air di Jakarta berada di kawasan Ciliwung.
Di wilayah Cawang, kebutuhan lahan yang harus dibebaskan mencapai 411 bidang dengan total panjang sekitar 2.401 meter.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembebasan 133 bidang lahan pada 2026, setelah sebelumnya berhasil merampungkan 20 bidang pada 2025.
"Saya menginginkan proses normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan baik dan tanpa gejolak. Kami telah melakukan pembebasan lahan secara cukup masif sejauh ini. Seluruh proses pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air tanpa perantara, dan penilaiannya dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN)," papar Pramono.
Pramono memastikan seluruh warga yang terdampak proyek ini akan mendapatkan skema ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Jakarta Masih Siaga Hujan Ekstrem, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH Hingga 1 Februari
Selain kompensasi finansial, Pemprov DKI juga menyediakan akses sewa hunian di rumah susun milik DKI Jakarta bagi warga yang bersedia direlokasi.
"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada persoalan berarti di lapangan. Ini berkat koordinasi dan kerja sama yang sangat baik," jelasnya.
Dalam pengerjaannya, Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab penuh atas pengadaan tanah, sementara pembangunan fisik tanggul menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.
Secara teknis, total rencana pembangunan tanggul di sepanjang aliran Ciliwung ditargetkan mencapai 33,69 kilometer.
Hingga saat ini, realisasi pembangunan tanggul tersebut telah mencapai 17,14 kilometer, yang terbagi dalam dua segmen pengerjaan, yakni dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono serta dari MT Haryono sampai TB Simatupang.
Berita Terkait
-
Jakarta Masih Siaga Hujan Ekstrem, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH Hingga 1 Februari
-
Cegah Korban Bertambah, Pramono Minta Bina Marga Tambal Darurat Jalan Berlubang di Jakarta
-
Hujan Deras Sejak Kemarin, 17 RT di Jakarta Timur dan Barat Terendam Banjir
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123