- Ketersediaan bahan pangan Jakarta dipastikan mencukupi oleh Kepala Dinas KPKP pada Senin (2/1/2026) jelang HBKN.
- Permintaan komoditas melonjak signifikan menjelang Imlek dan Ramadan, terutama telur ayam mencapai 7,50 persen.
- Pemprov DKI Jakarta menjaga stabilitas harga dengan program pangan murah keliling dan paket enam komoditas.
Suara.com - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah ibu kota dalam kondisi mencukupi.
Kepastian ini disampaikan oleh Hasudungan di Jakarta pada Senin (2/1/2026) guna merespons dinamika pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kondisi pasokan yang stabil ini tetap terjaga meskipun Jakarta mulai memasuki periode peningkatan konsumsi masyarakat.
Lonjakan kebutuhan pangan tersebut dipicu oleh momentum perayaan Imlek dan menyambut datangnya bulan suci Ramadan tahun 2026.
Berdasarkan data Dinas KPKP, terdapat beberapa komoditas yang mengalami eskalasi permintaan cukup signifikan dari warga.
Peningkatan kebutuhan paling mencolok tercatat pada komoditas telur ayam yang mencapai angka persentase sebesar 7,50 persen.
Selain telur, komoditas daging sapi dan kerbau serta bawang putih juga ikut merangkak naik dengan persentase sebesar 3,57 persen.
Hasudungan Sidabalok menjelaskan langkah strategis yang diambil Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas tersebut.
"Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan bahan pangan adalah melalui pelaksanaan kegiatan pangan murah keliling dilaksanakan oleh BUMD Pangan Provinsi DKI Jakarta, yang diharapkan dapat mempermudah akses pangan masyarakat dengan harga terjangkau," ujar Hasudungan.
Baca Juga: Puasa Nisfu Syaban 2026 Berapa Hari? Simak Jadwal Lengkapnya!
Pemerintah juga menginisiasi program khusus yang menyasar segmen masyarakat tertentu agar tetap memiliki daya beli yang mumpuni.
Program tersebut berupa penyediaan paket pangan murah yang berisi enam jenis komoditas utama untuk memenuhi kebutuhan gizi warga.
Adapun komoditas yang tersedia dalam paket tersebut meliputi beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung, hingga susu UHT.
Warga yang masuk dalam kategori penerima manfaat dapat menebus seluruh komoditas tersebut dengan harga yang sangat kompetitif.
Hasudungan Sidabalok kembali memberikan rincian terkait mekanisme distribusi dan harga paket yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki kegiatan penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu. Pada kegiatan ini, masyarakat penerima manfaat dapat membeli 6 (enam) jenis komoditas pangan yaitu beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung dan susu UHT (khusus penerima KJP) seharga Rp126 ribu per paket," kata Hasudungan.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu meredam fluktuasi harga di pasar tradisional maupun ritel modern selama masa HBKN berlangsung.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memelototi pergerakan stok pangan agar tidak terjadi kelangkaan yang meresahkan publik.
Berita Terkait
-
6 Ide Jualan Takjil Kekinian yang Laku di Bulan Puasa
-
Puasa Nisfu Syaban 2026 Berapa Hari? Simak Jadwal Lengkapnya!
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
-
3 Kunci Lancar Hadapi Ramadan Tanpa Drama Belanja Dadakan
-
Kuota Mudik Gratis Pemprov Banten 2026: Info Pendaftaran, Rute, dan Syarat Lengkap
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut
-
'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
-
Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya