-
Lima relawan WNI dalam konvoi bantuan Gaza ditangkap oleh pasukan militer Israel.
-
Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel segera membebaskan seluruh tawanan kapal kemanusiaan.
-
Empat WNI lainnya masih tertahan dan terancam di sekitar wilayah perairan Siprus.
Suara.com - Tentara Israel mengadang konvoi kapal kemanusiaan yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju masyarakat Jalur Gaza. Penyerapan tersebut berujung pada penahanan 5 warga negara Indonesia atau WNI yang bertugas sebagai relawan perdamaian dunia.
Aksi penghadangan ini memicu gelombang protes diplomatik karena melanggar koridor hukum humaniter internasional. Sebanyak sembilan utusan kemanusiaan dari tanah air sebenarnya berada di dalam rombongan pelayaran tersebut.
“Berdasarkan informasi per pagi ini, sebanyak lima WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataannya yang disiarkan Selasa.
Empat utusan kemanusiaan asal Indonesia saat ini dilaporkan masih terjebak di wilayah laut Mediterania. Posisi mereka yang terpecah di dua armada berbeda membuat situasi pelayaran menjadi sangat krusial.
“Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi oleh militer Israel,” ucap Yvonne Mewengkang.
Pemerintah bergerak cepat merespons insiden penangkapan ini dengan mengaktifkan jaringan diplomatik di Timur Tengah dan Eropa. Koordinasi intensif mulai berjalan dengan melibatkan jajaran kedutaan besar di Kairo, Roma, Amman, hingga Istanbul.
Langkah taktis disiapkan berupa penerbitan dokumen perjalanan darurat jika paspor para relawan dirampas. Tim medis juga disiagakan di pos terdekat untuk mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan para sandera.
“Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian,” kata dia.
Diplomat Indonesia di lapangan terus berupaya melacak titik koordinat pasti lokasi penahanan para relawan. Validasi informasi terus berjalan sembari menunggu laporan resmi dari pihak otoritas wilayah setempat.
Baca Juga: 5 WNI Termasuk Jurnalis Ditangkap Israel, TB Hasanuddin: Negara Harus Gerak Cepat!
Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan sepihak militer zionis terhadap konvoi logistik. Penahanan warga sipil yang membawa misi perdamaian dianggap sebagai bentuk pelanggaran hak asasi.
“Kemlu RI mendesak otoritas Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemsiaan internasional yang ditahan,” ujar Yvonne Mewengkang.
Tragedi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemblokiran bantuan ke wilayah konflik masih menjadi ancaman nyata. Hukum internasional seharusnya menjamin keselamatan setiap kapal yang membawa pasokan pangan dan obat-obatan.
Situasi tersebut juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim Zionis untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, demikian Yvonne.
Misi pelayaran bertajuk Global Sumud Flotilla 2.0 ini digerakkan oleh koalisi internasional dari berbagai negara. Rombongan relawan Indonesia sendiri berada di bawah bendera Global Peace Convoy Indonesia.
Ketegangan di perairan internasional terus meningkat seiring ketatnya blokade laut yang diterapkan oleh militer Israel. Insiden pengadangan kapal bantuan kemanusiaan ini merupakan peristiwa berulang yang terus memicu perhatian global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya
-
PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut