- Hubungan Jokowi dan Megawati mencapai titik nadir karena dukungan Jokowi kepada PSI yang dipimpin Kaesang.
- Ketegangan muncul akibat ambisi Jokowi tiga periode yang ditolak tegas oleh Megawati Soekarnoputri.
- Jokowi dituding berkhianat dengan memaksakan Gibran jadi wapres melalui putusan MK yang dipimpin iparnya.
Suara.com - Hubungan antara mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kini berada di titik nadir.
Manuver politik Jokowi yang secara terang-terangan memberikan dukungan "mati-matian" kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dinilai sebagai puncak pengkhianatan.
Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menilai langkah Jokowi tidak lagi mencerminkan sikap seorang negarawan yang bertindak demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Sebaliknya, mantan Gubernur Jakarta dan Wali Kota Solo itu dituding sedang mempertontonkan syahwat politik demi melanggengkan kekuasaan melalui dinasti keluarga.
“Ini menunjukkan Jokowi bukan tauladan yang baik sebagai tokoh politik, karena dia hanya mementingkan terus berkuasa” ujar Politisi PDI Perjuangan Mohammad Guntur dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Ketegangan ini disebut-sebut berakar dari ambisi terselubung Jokowi untuk menjabat sebagai presiden selama tiga periode.
Namun, langkah tersebut terbentur oleh Megawati selaku Ketua Umum PDI Perjuangan yang dengan tegas menolak gagasan tersebut demi menjaga amanah konstitusi.
Penolakan keras Megawati itulah yang diduga menjadi pemantik keretakan. Alih-alih patuh pada partai politik, Jokowi dituding memilih jalan pintas yang kontroversial.
Puncak dari apa yang disebut sebagai "pengkhianatan" ini adalah pemaksaan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai wakil presiden.
Baca Juga: Jokowi ke Makassar, Pidato di Rakernas PSI: Ada Kejutan Soal Posisi Strategis?
“Seperti halnya dia ingin menjadi presiden 3 periode, namun karena ditolak Ibu Megawati Ketua Umum PDI Perjuangan, Jokowi berkhianat, dengan memaksakan anaknya Gibran menjadi wapres dengan mengangkangi konstitusi melalui Mahkamah Konstitusi yang dipimpin iparnya sendiri saat itu,” kata dia.
Jalan Gibran menuju kursi Calon Wakil Presiden menjadi sorotan karena dianggap "mengangkangi" konstitusi melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Diketahui, kala itu MK dipimpin oleh Anwar Usman, yang tak lain adalah ipar dari Jokowi sendiri. Putusan yang memuluskan batas usia cawapres tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk rekayasa hukum demi memuluskan jalan dinasti politik.
Sikap Jokowi yang kini lebih condong ke PSI dan meninggalkan PDI Perjuangan dianggap sebagai cermin hilangnya etika politik.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi