- Jokowi berkomitmen kerja total meloloskan PSI ke Senayan pada Pileg 2029.
- Dukungan ini bertujuan memperkuat daya tawar Gibran untuk Pilpres periode kedua.
- Strategi Jokowi dinilai sebagai langkah sistematis dalam memperkokoh dinasti politik nasional.
Suara.com - Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yang berkomitmen bekerja 'mati-matian' untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bukan sekadar dukungan politik biasa. Di balik pernyataan terbuka tersebut, tersimpan kepentingan politik jangka panjang yang berkaitan erat dengan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai sikap Jokowi menunjukkan komitmen total untuk mengantarkan PSI lolos ke Senayan pada Pileg 2029 mendatang.
“Pernyataan Jokowi itu jelas dan gamblang bahwa ia akan total membantu PSI pada Pileg 2029. Setidaknya, Jokowi akan mengerahkan semua kemampuan dan kekuatannya untuk mengantarkan PSI ke Senayan,” ujar Jamiluddin kepada Suara.com, Minggu (1/2/2026).
Menurut Jamiluddin, frasa “mati-matian” yang disampaikan Jokowi saat penutupan Rakernas I PSI di Makassar memiliki makna yang luas. Dukungan total tersebut tidak hanya menyasar kursi parlemen bagi PSI, tetapi juga kemenangan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka untuk periode kedua.
“Mati-matian yang dimaksud Jokowi juga dapat berlaku untuk Pilpres 2029. Jokowi akan totalitas mengantarkan pasangan Prabowo-Gibran menjadi presiden dan wakil presiden dua periode,” tambahnya.
Ia menilai, melalui dua momentum besar yakni Pileg dan Pilpres, Jokowi berpotensi memperkuat dinasti politiknya di tingkat nasional. Keberhasilan PSI menembus Senayan akan memperkokoh posisi Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum partai tersebut.
“Jika PSI lolos ke Senayan, posisi Kaesang sebagai Ketua Umum akan semakin mapan, mengakar, dan sulit digoyahkan. Kekuatan PSI di bawah Kaesang akan menjadi penopang dinasti politik yang dibangun Jokowi,” jelas Jamiluddin.
Sementara pada jalur eksekutif, PSI dinilai harus memiliki nilai tawar politik yang kuat di mata Prabowo Subianto agar Gibran tetap dipertahankan sebagai calon wakil presiden pada 2029.
“Nilai tawar itu harus ditunjukkan dengan meningkatkan status PSI dari partai gurem menjadi partai menengah. Untuk itu, Jokowi berjanji bekerja keras dan menjadi tokoh utama di berbagai kampanye PSI ke depan,” ucapnya.
Baca Juga: Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
Lebih jauh, Jamiluddin menyebut jika skenario tersebut terwujud—Gibran kembali mendampingi Prabowo pada 2029—maka jalan politik menuju Pilpres 2034 akan semakin terbuka lebar bagi Gibran.
“Jika Gibran tetap mendampingi Prabowo pada 2029, hal itu memudahkan Jokowi mengantarkan Gibran menjadi presiden pada 2034. Di titik itulah dinasti politik Jokowi akan semakin kuat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Drama OJK: Setelah Ketua dan Wakil Mundur, Siapa yang Ditunjuk Prabowo Jadi Pengganti?
-
Waspada! Daerah Ini Diprediksi BMKG Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Minggu Ini
-
Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman