- Presiden RI, Prabowo Subianto, mengkritik keras estetika kota Indonesia yang rusak akibat banyaknya iklan komersial yang semrawut.
- Menanggapi hal itu, Pemkot Bogor menyatakan telah menertibkan 61 billboard di kawasan vital sebelum arahan Presiden disampaikan pada Rakornas.
- Pemkot Bogor berencana menerapkan moratorium dan sanksi tegas bagi pelanggar tata ruang demi mewujudkan visi "Indonesia Asri".
Presiden Prabowo menggambarkan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah di Indonesia. Ia merasa keindahan kota seringkali terdistorsi oleh tumpukan spanduk yang tidak beraturan.
“Kalau saya ke Balikpapan, saya ke Banjarmasin, hampir tidak ada bedanya. Spanduk, spanduk, spanduk,” ujarnya.
Bahkan, wilayah tempat tinggalnya di Kabupaten Bogor pun tak luput dari pengamatan. Prabowo melihat jalur menuju kediamannya masih dipenuhi oleh sampah visual yang mengganggu mata.
“Kalau saya naik ke Hambalang (Bogor), spanduk juga, spanduk, spanduk,” kata Presiden.
Ancaman Moratorium dan Tanpa Kompensasi
Merespons detail kritik Presiden mengenai jalur menuju Hambalang dan sekitarnya, Jenal Mutaqin memastikan bahwa Pemkot Bogor tidak akan berhenti pada penertiban 61 baliho saja. Langkah lebih ekstrem kini tengah disiapkan, termasuk sanksi tegas bagi vendor iklan yang membandel.
Pihak Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) untuk menyisir kembali legalitas seluruh papan iklan yang berdiri di wilayah Kota Hujan. Jenal menegaskan tidak akan ada lagi ruang negosiasi bagi pelanggar aturan tata ruang.
"Ke depan saya minta Bappenda untuk mendata ulang billboard yang tidak berizin, dan tidak ada lagi kompensasi. Kita siapkan moratorium," ujarnya.
Kebijakan moratorium ini diharapkan dapat menekan pertumbuhan titik iklan baru yang tidak terkendali.
Baca Juga: Bencana Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah di Kabupaten Bogor
Selain urusan baliho, penataan kota ini berkaitan erat dengan strategi besar pengembangan pariwisata.
Presiden Prabowo dalam arahannya mengingatkan bahwa wisatawan datang ke suatu daerah untuk menikmati karakter unik dan keasrian tempat tersebut, bukan untuk melihat deretan iklan.
Jenal Mutaqin sependapat dengan visi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebersihan dan kenyamanan adalah modal utama Bogor untuk menarik kunjungan yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Pemkot Bogor mengklaim telah menggerakkan kolaborasi rutin bersama masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW hingga organisasi masyarakat, untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Meski telah melakukan langkah awal, Pemkot Bogor tetap menunggu panduan lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk menyelaraskan kebijakan di tingkat lokal dengan visi besar Presiden.
"Kami yakin akan ada tindak lanjut berupa instruksi teknis dari kementerian terkait, dan Pemerintah Kota Bogor siap menyesuaikan kebijakan di lapangan," kata Jenal.
Berita Terkait
-
Bencana Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah di Kabupaten Bogor
-
Kabar Duka: Al Ridwan Putra Wabup Bogor Jaro Ade Meninggal Kecelakaan, Bukan Tabrakan!
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Menyingkap Tabir Pertemuan Jumat Malam Prabowo Jamu 'Tamu Oposisi' di Kertanegara
-
Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung