- Presiden RI, Prabowo Subianto, mengkritik keras estetika kota Indonesia yang rusak akibat banyaknya iklan komersial yang semrawut.
- Menanggapi hal itu, Pemkot Bogor menyatakan telah menertibkan 61 billboard di kawasan vital sebelum arahan Presiden disampaikan pada Rakornas.
- Pemkot Bogor berencana menerapkan moratorium dan sanksi tegas bagi pelanggar tata ruang demi mewujudkan visi "Indonesia Asri".
Suara.com - Kritik tajam datang langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait estetika kota-kota di Indonesia yang dinilai mulai kehilangan jati diri akibat kepungan iklan komersial.
Dalam forum resmi, orang nomor satu di Indonesia tersebut menyoroti semrawutnya pemasangan baliho, spanduk, hingga kabel listrik yang dianggap merusak pemandangan dan mengganggu kenyamanan publik.
Bogor, yang menjadi lokasi kediaman pribadi sang Presiden, tak luput dari sorotan tersebut.
Menanggapi sentilan keras dari Presiden, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin langsung memberikan klarifikasi.
Jenal menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah proaktif bahkan sebelum arahan tersebut disampaikan secara terbuka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul International Convention Center (SICC).
Gerak Cepat Pemkot Bogor di Kawasan Ring 1
Jenal Mutaqin mengungkapkan bahwa penataan ruang publik, terutama dari gangguan visual billboard yang tidak tertata, telah menjadi prioritas Pemkot Bogor.
Fokus utama penertiban dilakukan di jantung kota yang menjadi wajah Bogor bagi wisatawan maupun tamu negara.
"Spanduk dan baliho kami sudah menertibkan 61 billboard yang berada di tengah-tengah Kota Bogor, di seputar SSA dan Istana. Itu dilakukan sebelum arahan Presiden," kata Jenal usai Rakornas di Sentul International Convention Center (SICC), sebagaimana dilansir Antara, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Bencana Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah di Kabupaten Bogor
Kawasan Sistem Satu Arah (SSA) dan seputaran Istana Bogor memang menjadi zona krusial. Sebagai kota yang kerap dikunjungi Presiden dan tamu mancanegara, estetika di wilayah ini menjadi pertaruhan citra daerah.
Menurut Jenal, langkah tersebut merupakan komitmen nyata untuk memastikan ruang publik tetap nyaman dan tidak "sumpek" oleh iklan luar ruang yang berlebihan.
Prabowo: "Spanduk, Spanduk, Spanduk"
Sentilan Prabowo bukan tanpa alasan. Dalam arahannya, Presiden menekankan visi "Indonesia Asri" di mana setiap daerah harus menonjolkan karakter lokal dan keindahan alamnya, bukan justru tertutup oleh papan iklan.
Prabowo mengaku prihatin karena banyak kota di Indonesia kini terlihat seragam dan membosankan akibat tata kelola iklan yang buruk.
“Dalam rangka Indonesia Asri, terus terang saja saya minta kepada pemerintah daerah tolong tertibkan iklan, spanduk, baliho. Terlalu banyak,” kata Presiden.
Berita Terkait
-
Bencana Pergerakan Tanah Rusak Puluhan Rumah di Kabupaten Bogor
-
Kabar Duka: Al Ridwan Putra Wabup Bogor Jaro Ade Meninggal Kecelakaan, Bukan Tabrakan!
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Menyingkap Tabir Pertemuan Jumat Malam Prabowo Jamu 'Tamu Oposisi' di Kertanegara
-
Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!