- Wamensos Agus Jabo memaparkan rincian dukungan pascabencana Sumatra kepada Komisi VIII DPR di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
- Bantuan menyasar 13,4 juta keluarga, meliputi santunan kematian Rp15 juta, biaya perabotan Rp3 juta, dan modal usaha Rp5 juta.
- Penyaluran bantuan mensyaratkan data akurat dari Bupati/Walikota, rekomendasi Dinas Sosial, serta persetujuan Muspida dan Kemendagri.
Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo memaparkan rincian dukungan pemerintah bagi para korban terdampak bencana di Sumatra.
Hal itu dipaparkan Agus Jabo dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Agus menyebut bantuan tersebut menyasar hingga 13,4 juta keluarga. Ia menjelaskan, bahwa bantuan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari santunan kematian hingga dukungan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian.
"Bantuan pasca bencana Sumatra dari Kemensos yaitu 13,4 juta keluarga. Dukungan berupa santunan, untuk santunan korban meninggal diberikan kepada ahli waris sebesar 15 juta per jiwa. Kemudian untuk santunan korban luka berat sebesar 5 juta rupiah per jiwa," ujar Agus Jabo di hadapan anggota Komisi VIII DPR.
Selain santunan langsung, Kemensos juga memberikan bantuan tunai bagi warga yang mulai menempati hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap) untuk keperluan perabotan rumah tangga.
"Untuk dukungan tinggal di hunian sementara, satu, isi hunian sementara atau hunian tetap diberikan secara tunai untuk membeli kebutuhan perabotan rumah seperti lemari, kasur, dan lain-lain sebesar 3 juta rupiah per keluarga. Jadi setelah mereka masuk Huntara atau Huntap baru kemudian Kemensos memberikan isi hunian sebesar 3 juta rupiah," jelasnya.
Pemerintah juga menyiapkan jaminan hidup (Jadup) atau uang lauk pauk sebesar Rp15 ribu per hari. Bantuan ini diberikan secara tunai dengan kisaran Rp300 ribu hingga Rp450 ribu per jiwa per bulan selama jangka waktu tiga bulan.
Tak hanya itu, bantuan modal usaha juga disiapkan bagi keluarga yang lolos tahap asesmen.
"Yang ketiga untuk dukungan pemberdayaan sosial ekonomi, itu diberikan sesuai dengan hasil asesmen sebagai bantuan rintisan usaha sebesar 5 juta rupiah per keluarga," tambahnya.
Baca Juga: Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
Terkait mekanisme penyaluran, Agus menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran.
Penyaluran akan dilakukan secara bertahap melalui data tunggal dari BNPB dan wajib melalui proses validasi berlapis yang melibatkan pemerintah daerah serta unsur Muspida.
"Sedangkan untuk mekanisme penyaluran bantuan pasca bencana Sumatera, yang pertama mekanismenya adalah diusulkan, yaitu pengusulan oleh Bupati atau Walikota yaitu isinya adalah data korban sesuai dengan BNBA, kemudian yang kedua adalah rekomendasi dari Dinas Sosial Provinsi," papar Agus.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa daftar penerima harus disetujui oleh Muspida yang terdiri dari Kapolres, Kajari, dan Dandim. Proses finalisasi dilakukan melalui validasi di Kementerian Dalam Negeri.
"Setelah itu kemudian akan dilakukan penetapan daftar nominatif melalui persetujuan Muspida yang terdiri dari Kapolres, Kajari, dan Dandim, baru kemudian dinaikkan validasinya melalui Kementerian Dalam Negeri dengan persetujuan Kemendagri selaku ketua satgas pemulihan pasca bencana," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran