- Kasus dugaan kekerasan ini terungkap melalui media sosial X pada Rabu (3/2/2026) oleh kakak korban yang merupakan mahasiswa UNISA Yogyakarta.
- Pelaku, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, telah mengakui perbuatannya dan akan dikenai sanksi internal kampus.
- Perkara kekerasan ini sudah dilaporkan dan kini sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman dalam tahap penyelidikan.
Suara.com - Dunia pendidikan Yogyakarta dihebohkan dengan kasus dugaan kekerasan dalam hubungan asmara yang melibatkan dua mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah bukti-bukti kekerasan tersebar luas di media sosial X @AgiKristianto yang diunggah pada, Rabu (3/2/2026). Diketahui akun tersebut milik kakak korban yang ingin meminta keadilan atas perlakuan kekerasan yang diterima oleh adiknya.
“Seorang mahasiswa UNISA YOGYAKARTA telah melakukan pidana kekerasan terhadap adik perempuan saya. Memukul, menyiksa, tolong pelaku diadili,” tulis akun X @AgiKristianto yang dikutip pada, Kamis (5/2/2026).
Berikut adalah fakta-fakta terkait kasus tersebut berdasarkan keterangan resmi pihak kampus dan kepolisian:
1. Pelaku dan Korban Adalah Mahasiswa Satu Kampus
Pihak UNISA Yogyakarta mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak yang terlibat, baik terduga pelaku maupun korban, merupakan mahasiswa aktif di universitas tersebut. Keduanya diketahui menempuh studi di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan memiliki hubungan asmara (kekasih).
Menyikapi polemik tersebut, Wantonoro yang menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIKES UNISA Yogyakarta menyampaikan rasa prihatin sekaligus penyesalan mendalam atas peristiwa yang terjadi oleh Mahasiswanya.
2. Viral dengan Detail Kekerasan yang Sadis
Kasus ini mencuat setelah akun X @AgiKristianto mengunggah video dan tangkapan layar percakapan yang menunjukkan luka fisik pada korban.
Baca Juga: Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
Dari foto tersebut diduga korban mengalami penyiksaan berat, mulai dari tangan dan tulang ekor yang diinjak, diseret ke kamar mandi, disiram air, hingga rambut yang dijambak dan dipukul.
Berdasarkan unggahan yang dilakukan oleh kakak korban tersebut, terdapat tangkapan layar percakapan yang mengindikasikan adanya rencana untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Dari sebuah tangkapan layar percakapan juga diketahui identitas pelaku bernama Adi Haryanto yang diduga merupakan anak dari Kepala Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
3. Terduga Pelaku Telah Mengakui Perbuatannya
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIKES UNISA, Wantonoro, menyatakan bahwa kampus telah memanggil terduga pelaku untuk klarifikasi.
Dalam pertemuan tersebut, pelaku mengakui semua perbuatannya, menyadari bahwa tindakan tersebut tidak pantas, dan bersedia menyampaikan permohonan maaf kepada korban serta keluarganya.
Berita Terkait
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Ayahnya Eks Pemain Italia, Robin Mirisola Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?
-
AC Milan Gigit Jari, KRC Genk Berhasil Amankan Aset Striker Keturunan Yogyakarta
-
INNSiDE by Melia Yogyakarta Gelar Partner & Media Gathering Sekaligus Launching Blissful Iftar 2026
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut