News / Nasional
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (Freepik)
Baca 10 detik
  • Kasus dugaan kekerasan ini terungkap melalui media sosial X pada Rabu (3/2/2026) oleh kakak korban yang merupakan mahasiswa UNISA Yogyakarta.
  • Pelaku, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, telah mengakui perbuatannya dan akan dikenai sanksi internal kampus.
  • Perkara kekerasan ini sudah dilaporkan dan kini sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman dalam tahap penyelidikan.

Selain mewajibkan terduga pelaku meminta maaf langsung kepada korban dan keluarga, UNISA Yogyakarta memastikan proses hukum internal terus berlanjut.

Kampus tidak akan mengabaikan pelanggaran tersebut dan tetap menjatuhkan sanksi sesuai aturan organisasi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindak kekerasan yang terjadi.

Penanganan lebih lanjut terhadap terduga pelaku kini tengah diproses melalui koordinasi internal. Langkah ini dilakukan oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dengan merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku di kampus.

4. Kampus Berikan Pendampingan Psikologis Kepada Korban

Sebagai bentuk tanggung jawab nyata terhadap keselamatan mahasiswanya, UNISA Yogyakarta mengambil langkah proaktif dengan melakukan kunjungan langsung ke kediaman korban guna memberikan dukungan moral yang mendalam.

Pihak universitas kini menempatkan proses pemulihan korban sebagai prioritas tertinggi melalui Biro Layanan Psikologis (BLP) untuk memberikan pendampingan psikis yang intensif serta pengawasan terhadap rehabilitasi kesehatan fisik, guna memastikan korban kembali mendapatkan rasa aman.

5. Kasus Masuk Ke Jalur Hukum di Polresta Sleman

Tidak hanya berhenti pada mekanisme pendisiplinan dan sanksi internal di lingkup universitas, kasus dugaan kekerasan ini kini telah resmi bergulir ke ranah hukum pidana.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Sleman, AKP Salamun, secara tegas memberikan konfirmasi bahwa laporan terkait perkara dugaan penganiayaan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman dan masih berada dalam tahap penyelidikan guna mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti yang diperlukan.

"Perkara sudah ditangani Satreskrim Polresta Sleman. Proses masih tahap penyelidikan," tegasnya.

6. Komitmen Penguatan Ruang Aman di Kampus

Menanggapi polemik yang terjadi, UNISA Yogyakarta saat ini tengah menyiapkan evaluasi internal yang menyeluruh sebagai manifestasi nyata dari tanggung jawab institusional mereka.

Tidak berhenti pada sekadar evaluasi, pihak kampus berencana untuk mengimplementasikan serangkaian langkah preventif yang jauh lebih ketat, salah satunya melalui program edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya pola relasi yang sehat di kalangan mahasiswa.

Selain itu, optimalisasi saluran pelaporan kekerasan akan dilakukan dengan menyediakan platform yang lebih aman dan mudah diakses, demi menjamin terciptanya lingkungan akademik yang inklusif, aman, serta nyaman bagi seluruh civitas akademika. (Tsabita Aulia)

Load More