- Kasus dugaan kekerasan ini terungkap melalui media sosial X pada Rabu (3/2/2026) oleh kakak korban yang merupakan mahasiswa UNISA Yogyakarta.
- Pelaku, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, telah mengakui perbuatannya dan akan dikenai sanksi internal kampus.
- Perkara kekerasan ini sudah dilaporkan dan kini sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman dalam tahap penyelidikan.
Selain mewajibkan terduga pelaku meminta maaf langsung kepada korban dan keluarga, UNISA Yogyakarta memastikan proses hukum internal terus berlanjut.
Kampus tidak akan mengabaikan pelanggaran tersebut dan tetap menjatuhkan sanksi sesuai aturan organisasi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindak kekerasan yang terjadi.
Penanganan lebih lanjut terhadap terduga pelaku kini tengah diproses melalui koordinasi internal. Langkah ini dilakukan oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dengan merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku di kampus.
4. Kampus Berikan Pendampingan Psikologis Kepada Korban
Sebagai bentuk tanggung jawab nyata terhadap keselamatan mahasiswanya, UNISA Yogyakarta mengambil langkah proaktif dengan melakukan kunjungan langsung ke kediaman korban guna memberikan dukungan moral yang mendalam.
Pihak universitas kini menempatkan proses pemulihan korban sebagai prioritas tertinggi melalui Biro Layanan Psikologis (BLP) untuk memberikan pendampingan psikis yang intensif serta pengawasan terhadap rehabilitasi kesehatan fisik, guna memastikan korban kembali mendapatkan rasa aman.
5. Kasus Masuk Ke Jalur Hukum di Polresta Sleman
Tidak hanya berhenti pada mekanisme pendisiplinan dan sanksi internal di lingkup universitas, kasus dugaan kekerasan ini kini telah resmi bergulir ke ranah hukum pidana.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Sleman, AKP Salamun, secara tegas memberikan konfirmasi bahwa laporan terkait perkara dugaan penganiayaan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sleman dan masih berada dalam tahap penyelidikan guna mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti yang diperlukan.
"Perkara sudah ditangani Satreskrim Polresta Sleman. Proses masih tahap penyelidikan," tegasnya.
6. Komitmen Penguatan Ruang Aman di Kampus
Menanggapi polemik yang terjadi, UNISA Yogyakarta saat ini tengah menyiapkan evaluasi internal yang menyeluruh sebagai manifestasi nyata dari tanggung jawab institusional mereka.
Tidak berhenti pada sekadar evaluasi, pihak kampus berencana untuk mengimplementasikan serangkaian langkah preventif yang jauh lebih ketat, salah satunya melalui program edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya pola relasi yang sehat di kalangan mahasiswa.
Selain itu, optimalisasi saluran pelaporan kekerasan akan dilakukan dengan menyediakan platform yang lebih aman dan mudah diakses, demi menjamin terciptanya lingkungan akademik yang inklusif, aman, serta nyaman bagi seluruh civitas akademika. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Ayahnya Eks Pemain Italia, Robin Mirisola Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?
-
AC Milan Gigit Jari, KRC Genk Berhasil Amankan Aset Striker Keturunan Yogyakarta
-
INNSiDE by Melia Yogyakarta Gelar Partner & Media Gathering Sekaligus Launching Blissful Iftar 2026
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani