News / Metropolitan
Kamis, 05 Februari 2026 | 21:48 WIB
Pakar Manajemen Publik, Nandang Sutisna [Ist]
Baca 10 detik
  • Peristiwa tragis di Kabupaten Ngada menjadi sinyal risiko sistemik kegagalan deteksi dini kerentanan sosial oleh sistem pelayanan publik.
  • Kegagalan kebijakan sosial terjadi pada last-mile service delivery karena program makro tidak efektif menjangkau kebutuhan mikro mendesak.
  • Pemerintah perlu memperkuat peran sekolah dan desa sebagai simpul deteksi awal serta mengaktifkan kembali solidaritas masyarakat sebagai lapisan perlindungan pertama.

"Program bantuan gizi, bantuan sosial, dan dukungan kebutuhan dasar anak semestinya diprioritaskan ke kantong kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Nandang menegaskan model negara kesejahteraan modern menuntut sistem yang presisi, terintegrasi, dan responsif hingga tingkat kasus individual.

Ukuran keberhasilan kebijakan, kata dia, tidak berhenti pada besarnya anggaran dan jumlah program, tetapi pada kemampuan negara mencegah tragedi melalui deteksi dini dan respons cepat.

“Negara yang efektif bukan hanya yang kuat merancang program, tetapi yang mampu membaca sinyal risiko sejak awal dan hadir sebelum krisis terjadi,” pungkasnya.

Load More