News / Nasional
Senin, 23 Februari 2026 | 20:12 WIB
Personel TNI terus melakukan pembersihan rumah warga di Aceh (Dok: Bakom 2026)

Suara.com - Personel TNI terus melakukan pembersihan rumah warga di Aceh yang terendam lumpur usai bencana banjir bandang pada November lalu.

Kali ini, kegiatan difokuskan di sejumlah rumah warga di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya di Desa Kota Meureudu. Perubahan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan terlihat jelas. Rumah-rumah yang sebelumnya tertimbun lumpur setinggi betis orang dewasa kini mulai bersih, sehingga warga dapat kembali merasa tenang menjalani ibadah di bulan Ramadan.

Di rumah milik Ibu Rafidah, lumpur sisa banjir yang sebelumnya menutupi sebagian besar ruangan telah dibersihkan dengan capaian progres sekitar 69 persen. Para prajurit TNI bekerja menggunakan sekop dan cangkul, mengumpulkan lumpur ke dalam gerobak sebelum memindahkannya ke luar rumah.

Kondisi yang lebih berat ditemukan di rumah Ibu Halimah. Sebelum ditangani TNI, seluruh ruangan dipenuhi tanah dengan ketinggian hampir setengah badan orang dewasa. Melalui kerja gotong royong dengan peralatan sederhana, material tersebut kini telah diangkat keluar rumah dengan progres pembersihan mencapai 71 persen.

Kondisi rumah diterjang banjir bandang Pulau Sumatra meninggalkan lumpur setinggi betis orang dewasa (Dok: Bakom 2026)
Kondisi rumah banjir bandang Pulau Sumatra pascapembersihan lumpur (Dok: Bakom 2026)

Di rumah Ibu Humadah, sebuah kamar yang sebelumnya dipenuhi lumpur basah mulai kembali terlihat bentuk aslinya. Lumpur yang mengendap secara bertahap disingkirkan keluar ruangan, dengan progres pembersihan mencapai 65 persen.

Pembersihan juga dilakukan di rumah Bapak Yusuf yang difokuskan pada area teras dan bagian depan rumah. Saat ini, pekerjaan hampir selesai dengan capaian sekitar 70 persen, sementara sisa lumpur di sudut-sudut ruangan terus diangkat agar rumah dapat segera ditempati kembali.

Sementara itu, di rumah Ibu Hayatun Rahmi, lumpur becek yang mengendap di seluruh ruangan terus dibersihkan oleh anggota TNI. Hingga hari ini, progres pembersihan telah mencapai 68 persen.

Kehadiran prajurit TNI di tengah warga terdampak menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus membantu masyarakat kembali menempati rumah yang layak huni.***

Baca Juga: Lewat Surat Edaran, Mendagri Dorong Sinergi Daerah Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI

Load More