- Mendagri Tito Karnavian melaporkan pemulihan pasca-banjir Aceh Tamiang pada rapat koordinasi Satgas di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
- Pemerintahan Aceh Tamiang mulai beroperasi meskipun 47 kantor terdampak lumpur, berbeda dengan 50 daerah lain yang pulih total.
- Fasilitas publik seperti Puskesmas mulai melayani, sementara pembersihan sedimen sungai besar telah dimulai untuk mitigasi risiko.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan laporan komprehensif terkait pemulihan pasca bencana di Aceh Tamiang dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia mengungkapkan bahwa Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, di mana puluhan kantor pemerintahan sempat lumpuh total akibat rendaman lumpur pasca banjir bandang Januari lalu.
"Aceh Tamiang, alhamdulillah, yang kemarin pemerintahannya betul-betul lumpuh karena lumpur di 47 kantornya, sekarang sudah bersih dan sudah melakukan operasional, meskipun belum sepenuhnya," ujar Tito di hadapan pimpinan rapat dan anggota Satgas.
Ia mencatat, dari total 51 daerah terdampak, Aceh Tamiang merupakan satu-satunya kabupaten yang roda pemerintahannya belum beroperasi 100 persen secara penuh, sementara 50 daerah lainnya sudah pulih total.
Kendati begitu, progres pembersihan fisik kantor-kantor tersebut telah tuntas.
Terkait fasilitas publik, Tito menjelaskan bahwa sejumlah Puskesmas di Aceh Tamiang sudah mulai melayani warga, namun masih memerlukan dukungan bantuan medis tambahan.
Di sisi infrastruktur, akses transportasi menunjukkan perkembangan positif.
"Akses jalan di Tamiang relatif sudah baik, mulai dari jalan nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa. Untuk jembatan, saat ini sudah dilakukan proses perbaikan," jelasnya.
Untuk pemenuhan kebutuhan dasar, Tito memastikan pasokan listrik, internet, gas LPG, dan operasional SPBU sudah berjalan normal.
Baca Juga: Kasatgas Tito Pastikan Negara Bersama Masyarakat Terdampak Bencana
Meskipun terdapat sedikit kendala pada distribusi air bersih, pemerintah telah mengantisipasinya dengan penyediaan sumur bor bagi warga.
Lebih lanjut, Mendagri menyoroti penanganan lingkungan, khususnya terkait sedimentasi di sungai besar yang membelah wilayah tersebut.
"Sungai Aceh Tamiang ini salah satu yang terbesar. Saat ini Satgas Sungai sudah mulai bekerja untuk meng-clearkan (membersihkan) sedimen di sana guna mencegah risiko bencana di masa depan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Diguyur Hujan Lebat, Jalur Lingkar Utara Jatigede Longsor
-
Kasatgas Tito Pastikan Negara Bersama Masyarakat Terdampak Bencana
-
Mendagri Minta Jajarannya Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden
-
Sentul Diterjang Banjir Bandang Rabu Sore, Longsor Ikut Tutup Jalan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN