- Dinas Sosial Kota Serang terkendala pemutakhiran data karena warga enggan melaporkan anggota keluarga yang meninggal.
- Masalah data ini terungkap saat penyaluran BLT Kesra dari Kementerian Sosial pada akhir tahun 2025.
- Sekitar 9.000 data penerima BLT Kesra di Kota Serang perlu diverifikasi ulang karena perbedaan data riil.
Suara.com - Pemutakhiran data penerima bantuan sosial di Kota Serang masih menghadapi hambatan serius. Dinas Sosial setempat menemukan banyak keluarga yang enggan melaporkan anggota rumah tangga yang telah meninggal dunia karena khawatir hak bantuan sosial mereka dicabut.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial Kota Serang, Jatiah, mengungkapkan persoalan ini mencuat saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra dari Kementerian Sosial pada akhir 2025.
"Banyak masyarakat di Kota Serang yang tidak melaporkan jika ada anggota keluarganya yang meninggal. Mereka merasa ketakutan jika status kematian tersebut dilaporkan, maka bansos nya akan otomatis terhapuskan," kata Jatiah di Serang, seperti dikutip dari Antara, Kamis.
Ia menjelaskan, meskipun Dinsos telah melakukan verifikasi serta pemutakhiran data sesuai arahan pemerintah pusat, data penerima yang diturunkan kementerian kerap tidak sepenuhnya sinkron dengan kondisi riil di lapangan. Akibatnya, nama warga yang sudah meninggal dunia masih tercantum sebagai penerima bantuan.
"Padahal sudah kami mutakhirkan, tetapi status yang sudah meninggal masih muncul. Jadi persoalan ini sebetulnya kembali lagi kepada kesadaran masyarakat untuk melapor," ujarnya.
Menurut Jatiah, akar masalah terletak pada data kependudukan yang tidak segera diperbarui oleh keluarga di tingkat masyarakat. Kondisi ini menyulitkan pemerintah daerah memastikan bantuan tepat sasaran dan berpotensi menimbulkan ketidaktepatan distribusi.
Untuk Kota Serang sendiri, tercatat sekitar 9.000 data penerima BLT Kesra yang bersumber dari pusat. Namun jumlah tersebut masih harus diverifikasi ulang guna memastikan berapa penerima yang sebenarnya sudah meninggal dunia atau berpindah domisili.
Jatiah juga menegaskan bahwa BLT Kesra merupakan bantuan bersifat satu kali yang disalurkan pada tahun lalu. Hingga kini, belum ada kepastian dari pemerintah pusat terkait kelanjutan program bantuan serupa pada periode berikutnya.
Baca Juga: Gelandang Serang Arsenal: Kalau Saya Main untuk Timnas Indonesia, Itu Akan Sangat Bagus
Berita Terkait
-
Gelandang Serang Arsenal: Kalau Saya Main untuk Timnas Indonesia, Itu Akan Sangat Bagus
-
Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak
-
Jaga Citra Polisi, Kasus Kematian Kurt Cobain Tak Akan Dibuka Lagi
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan
-
Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan