News / Internasional
Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:44 WIB
Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, membombardir Iran. Serangan itu turut menyasar satu sekolah khusus perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, yang menewaskan 40 orang, dan 36 di antaranya adalah siswi.
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan agresi pada Sabtu (28/2/2026), menewaskan 40 orang di sekolah perempuan Minab, Iran.
  • Presiden Donald Trump menyerukan perubahan rezim di Teheran setelah serangan udara gabungan tersebut terjadi.
  • Iran membalas dengan serangan balasan menggunakan drone dan rudal terhadap Israel serta pangkalan militer AS di Teluk.

Target-target yang dihantam mencakup instalasi militer, simbol-simbol pemerintahan, serta pusat-pusat intelijen Iran.

Balasan Multi-Front dari Iran

Tidak butuh waktu lama bagi Teheran untuk bereaksi. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan "gelombang pertama" serangan drone dan rudal balistik ke arah Israel. Di saat yang sama, wilayah Teluk ikut membara.

Kerajaan Bahrain melaporkan bahwa markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS (US Navy’s 5th Fleet) menjadi target serangan rudal.

Saksi mata di Kuwait, yang merupakan markas Komando Pusat Angkatan Darat AS, melaporkan terdengarnya sirene dan ledakan hebat. Ledakan serupa juga terdengar hingga ke Qatar.

Eskalasi ini memaksa Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menutup ruang udara mereka secara total.

Di Yordania, sirene peringatan udara terus meraung. Media pemerintah UEA melaporkan satu orang tewas akibat terkena serpihan rudal di ibu kota, yang menjadi korban jiwa pertama yang diketahui dalam serangan balik Iran ke wilayah Teluk.

Ancaman di Laut Merah dan Status Siaga Global

Kelompok Houthi di Yaman, yang didukung oleh Iran, turut menyatakan keterlibatannya.

Baca Juga: Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel

Dua pejabat senior Houthi mengonfirmasi bahwa mereka akan kembali melancarkan serangan terhadap rute pelayaran di Laut Merah serta menargetkan wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya di platform X menegaskan posisi defensif mereka. “Saatnya telah tiba untuk membela tanah air dan menghadapi serangan militer musuh,” tulis kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa negara tersebut "tidak akan ragu" dalam memberikan respons militer yang setimpal.

Load More