- Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, tegaskan tidak akan berunding dengan Amerika Serikat setelah eskalasi konflik.
- Presiden AS Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Sabtu itu.
- Televisi pemerintah Iran akhirnya konfirmasi kematian Khamenei, sementara pejabat tinggi Iran lainnya dilaporkan selamat.
Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membuka perundingan dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan. Penegasan itu disampaikan Ketua Supreme National Security Council, Ali Larijani, pada Senin.
Melalui unggahan di platform X, Larijani membantah laporan media yang menyebut Teheran berupaya memulai dialog dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah gelombang serangan udara gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan. Serangan itu terjadi setelah Iran dan AS sempat menggelar perundingan nuklir.
Larijani juga melontarkan kritik keras terhadap Trump. Ia menilai kebijakan Presiden AS tersebut telah mendorong kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan.
“Trump menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan dengan ‘fantasi delusionalnya’ dan kini takut akan bertambahnya korban pasukan Amerika,” tulis Larijani.
Ketegangan kian meningkat setelah Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS–Israel.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas,” tulis Trump di media sosial pada Sabtu (28/2). Trump menyebut sistem intelijen dan pelacakan canggih AS serta kerja sama erat dengan Israel membuat Khamenei dan sejumlah pejabat Iran tidak mampu menghindari serangan.
Klaim tersebut sempat dibantah Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kepada media AS bahwa Khamenei dalam kondisi aman, meski tidak menyertakan bukti pendukung. Namun kemudian, televisi pemerintah Iran pada Ahad mengonfirmasi bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat, sejalan dengan klaim media Israel dan pernyataan Trump.
Di tengah simpang siur informasi, pejabat Iran lainnya dilaporkan selamat. Kantor berita Rusia Sputnik mengutip pernyataan Wakil Presiden Iran Mohammad Jafar Ghaempanah yang menyebut Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi sehat usai serangan.
“Terlepas dari serangan pengecut rezim Zionis dan Amerika Serikat selama perundingan berlangsung, Pezeshkian berada dalam kondisi kesehatan yang sepenuhnya baik,” tulis Ghaempanah di X.
Baca Juga: Stasiun Televisi Iran Diduga Diretas, Tiba-Tiba Muncul Donald Trump sedang Pidato
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei juga menyatakan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tidak terluka.
“Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baik-baik saja,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.
Ayatollah Ali Khamenei diketahui menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, setelah sebelumnya menjabat presiden pada periode 1981–1989, menjadikannya salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di Timur Tengah.
Serangan AS dan Israel pada Sabtu menyasar sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, dan dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel serta ke target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, memperdalam kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
Berita Terkait
-
Stasiun Televisi Iran Diduga Diretas, Tiba-Tiba Muncul Donald Trump sedang Pidato
-
Trump Targetkan Perang Iran Selesai dalam 4 Minggu, Gunakan Model Venezuela Gulingkan Rezim
-
Perang Timur Tengah, Harga BBM RI Bakal Naik Drastis?
-
Iran Absen di Piala Dunia 2026? Ini Daftar Negara yang Mundur karena Alasan Politik
-
Komentar Haters Kelewatan, Agnez Mo Disumpahi Mati saat Bandara Dubai Dirudal
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang
-
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman