- Perang AS-Iran pecah, harga minyak dunia meroket 13% pada perdagangan Senin (2/3/2026).
- DEN sebut sepekan ke depan jadi penentu stabilitas harga energi dan ketidakpastian pasar.
- RI mitigasi dampak lewat swasembada energi dan biodiesel untuk kurangi ketergantungan impor.
Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu guncangan hebat di pasar energi global. Harga minyak dunia tercatat melambung tinggi hingga 13 persen pada pembukaan perdagangan Senin (2/3/2026), sesaat setelah kabar pecahnya perang tersiar.
Menanggapi gejolak ini, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto, menyebut bahwa tingkat ketidakpastian pasar saat ini berada pada level yang sangat tinggi. Ia menekankan bahwa dinamika konflik dalam sepekan ke depan akan menjadi faktor penentu arah harga energi ke depan.
"Kalau menurut saya uncertainty-nya masih cukup tinggi ya. Kita harus lihat dalam beberapa minggu ke depan, terutama seminggu ke depan ini. Jadi kalau ini bisa selesai cepat ya mungkin naiknya enggak akan tinggi lagi," ujar Seto saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Seto memperingatkan, jika ketegangan antara Washington dan Teheran berlarut-larut, dampak sistemik terhadap volatilitas harga energi global tidak akan terhindarkan. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi negara-negara pengimpor minyak (net importer).
"Kalau ini berlarut-larut, itu yang dikhawatirkan. Kondisinya bisa lebih uncertain dan volatilitas harga energinya bisa lebih tinggi. Transmisinya akan memengaruhi banyak negara," jelasnya.
Meski demikian, Seto menegaskan bahwa Indonesia tidak tinggal diam. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui program swasembada.
"Strategi Bapak Presiden dari awal kan kita sudah coba untuk mengurangi dependensi terhadap impor. Salah satunya lewat kebijakan biodiesel. Saya kira itu sudah satu langkah mitigasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak (fosil)," pungkas Seto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Purbaya Mau Audit Wajib Pajak Buntut Restitusi Tembus Rp 360 Triliun
-
Kilang Minyak Saudi Aramco Berhenti Beroperasi Usai Kena Serangan Drone
-
Anehnya Emiten Kaesang! Rugi Rp238 M di 2025, Tapi Manajemennya Optimis Kondisi Perusahaan
-
Daftar 15 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai yang Batal Karena Konflik Timur Tengah
-
Gaya Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim Bak Sosialita, Punya Harta 44 Ribu Kali UMP
-
Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%
-
Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi I Turun 1,60%, 682 Saham Kebakaran
-
Janji Manis Purbaya Menguap, THR ASN Masih 'Ghaib' Jelang Pekan Kedua Ramadan
-
Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus