- Beberapa pesawat tempur Amerika Serikat jatuh di wilayah Kuwait pada hari Senin, namun seluruh awak pesawat dipastikan selamat.
- Otoritas Kuwait segera melakukan evakuasi dan perawatan medis bagi para awak pesawat yang mengalami insiden tersebut.
- Penyebab jatuhnya pesawat masih dalam tahap investigasi bersama antara otoritas Kuwait dan pasukan Amerika Serikat.
Suara.com - Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan beberapa pesawat tempur milik Amerika Serikat jatuh di wilayah Kuwait pada Senin. Otoritas setempat memastikan seluruh awak pesawat selamat dari insiden tersebut.
“Beberapa pesawat tempur AS jatuh pagi ini. Kami mengonfirmasi bahwa seluruh awak selamat,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait dalam pernyataan resmi yang dimuat kantor berita negara KUNA.
Ia menjelaskan, otoritas Kuwait segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan setelah kejadian. Para awak dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan serta perawatan medis. “Kondisi mereka stabil,” lanjut pernyataan tersebut.
Penyebab jatuhnya pesawat masih dalam penyelidikan. Juru bicara itu menambahkan bahwa koordinasi langsung telah dilakukan dengan pasukan AS terkait insiden tersebut, termasuk penerapan prosedur teknis bersama.
Sebelumnya, rekaman yang beredar di media sosial pada Senin memperlihatkan sebuah jet tempur AS yang diklaim jatuh di wilayah utara Kuwait.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, menyusul serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap target-target di Iran.
Ledakan dilaporkan mengguncang kota-kota besar di kawasan Teluk, sementara infrastruktur sipil seperti bandara, pelabuhan, dan kawasan permukiman turut terdampak. Bahrain bahkan melaporkan korban jiwa akibat rentetan serangan tersebut.
Di saat yang sama, hubungan Washington–Teheran semakin memburuk setelah Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pejabat tinggi Iran menuduh kebijakan Presiden AS Donald Trump telah menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan.
Situasi semakin kompleks setelah muncul klaim dan konfirmasi terkait tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan AS–Israel, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal ke wilayah Israel serta target militer AS di Timur Tengah.
Baca Juga: 24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran
Dalam konteks ketegangan inilah, jatuhnya pesawat tempur AS di Kuwait menambah sorotan terhadap risiko keamanan dan keselamatan militer di kawasan Teluk yang kini berada dalam situasi sangat tidak stabil.
Berita Terkait
-
24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran
-
Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara
-
Lolos dari Maut, Pesawat Raisa Terbang 1 Jam Sebelum Bandara Dubai Dirudal
-
Media Israel Ikut 'Panaskan' Timnas Iran Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dengan AS
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi
-
Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel
-
Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit
-
Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja
-
Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik
-
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal
-
Hasto: Jangan Seperti Papua dan Aceh, Kaya SDA tapi Rakyat Belum Sejahtera
-
Bumi Diprediksi Makin Panas hingga 2030, Sudah Cukupkah Upaya Mitigasinya?
-
Prabowo Prediksi akan Ada Perlawanan dari Kelompok Tak Cinta Tanah Air
-
Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang